VISAO MISAO OBJECTIVO SPORTIMOR FH KKN HOME FH LPV ARTIGOS FH MUZIKA LIA MENON FH RESPONDE
Congresso  Nacional de Recontrucão de Timor-Leste Frente Revolucionaria de Timor-Leste Independente Partido Democratico Frenti-Mudança FM Partido Socialista Timor Partido do Desenvolvimento Nacional Associação Social-Democrata Timorense União Nacional Democrática de Resistência Timorense União Democrática Timorense Partidu Republikanu Partido Libertasaun Povu 

Aileba Partido Democrática Republica de 

Timor Associação Popular Monarquia Timorense Partido Unidade Nacional Partido Milénio Democrático Klibur Oan Timor Asuwain Aliança Democrática Partido Timorense Democrático Partidu Democrática Liberal Partido do 

Desenvolvimento Popular Partido Democrata Cristão

Ohin, 7 Dezembru, Tinan 41 Liu-ba Indonesia Invade Timor-Leste (1975-2016)
7 Dez 1975 Indonesia Kamat Timor-Leste 7 Dez 1975 Indonesia Kamat Timor-Leste 7 Dez 1975 Indonesia Kamat Timor-Leste 7 Dez 1975 Indonesia Kamat Timor-Leste 7 Dez 1975 Indonesia Kamat Timor-Leste
TIMOR-LESTE
Ami nia mehi ma'ak Liberta ita nia Rain no Liberta ita nia Povo, Ita hotu nia Mehi ma'ak Ukun Rasik An!".


Memoria 7 Dezembru 1975 - Invazaun Militar Indonesia Mai Timor-Leste
Portugal disse aos EUA que não se oporia à invasão de Timor-Leste
Mengungkap Invasi Indonesia di Timor-Timur

Kopassus veterans mark 41 years since Indonesia's invasion of East Timor

Pertempuran sengit & berdarah di Dili, Kopassus Vs Tropaz

segunda-feira, 23 de abril de 2012

Mari Kita Peluk dan Perbaiki Fretilin (sebuah refleksi solidaritas yang mendalam)

MARI KITA PELUK DAN PERBAIKI FRETILIN

(sebuah refleksi solidaritas yang mendalam)

Oleh: Samoro-Maliya’in


Belum ada kata terlambat bagi kita semua untuk memperbaiki Fretilin jika kita persiapkan diri masing-masing dengan kwalitas daya análisis politik yang konseptual, sistematis serta mampu mengantisipasi tantangan dan hambatan didepan.Tantangan dan hambatan itu bisa disingkirkan dengan mudah apabila kita berhasil menunjukkan kehebatan kita sebagai pemimpin didepan rakyat untuk mempersatukkan Fretilin, kita berani mengatakan bahwa kelemahan dan kesalahan yang terjadi dari dulu hingga sekarang tidak perlu dituduhkan hanya kepada satu orang, tetapi merupakan kesalahan dari semua team didalam partai, kesalahan dari kelompok yang berpisah, hal mana membutuhkan waktu dan konsentrasi untuk menyelesaikanya dengan penuh kesabaran. Sesunguhnya yang rakyat rindukan saat ini adalah sosok kebesaran jiwa dan kebesaran hati dari seorang pemimpin, bukan merindukan kebesaran posisi atau jabatan dari seorang pemimpin partai. Masalah residual yang sesunguhnya berada didalam perpecahan partai adalah masalah ambisi pembagian kekuasaan hal mana telah menjadi luka lama yang sengaja tidak diobati sampai sekarang. Siapapun figur dari kedua belah pihak yang berpisah, jika masih berkeras kepala untuk mempertahankan ambisi pembagian kekuasaan, menunjukkan bahwa mereka bukanlah pemimpin yang mencintai demokrasi tetapi merupakan oportunis-oportunis yang tidak mampu menjadi motor pengerak yang pro aktif demi keberhasilan partai bukan kegagalan partai Fretilin.

Kegagalan demi kegagalan Fretilin yang kita hadapi sekarang adalah merupakan kesalahan kita, ketidakmampuan kita semua, egoisme kita, keras kepala kita yang keliru, radikalisme kita yang kadaluarsa serta merupakan kutukan dari seluruh Arwah para Pahlawan yang marah akibat langkah-langkah rahasia yang kita lakukan terhadap kepentingan nasional kita sejak awal hingga saat ini, sebagian keputusanya yang sangat menentukkan nasib bangsa dan negara tidak sesuai dengan suara Tuhan Yang Maha Kuasa, tidak sesuai dengan amanat Dom Boa Ventura, tidak sesuai dengan amanat pemimpin-pemimpin revolusi kita seperti motor revolusi dan pemimpin besar Komandante Nicolau Lobato, juga tidak sesuai dengan Rai Lulik Timor Aswa’in.

Fretilin adalah rakyat dan rakyat adalah Fretilin, jika semua payung Fretilin, berani melakukan refleksi mendalam untuk berubah secepatnya melalui Kongress Luar Biasa untuk melakukan resufle didalam partai dengan wajah-wajah baru sebelum pemilu Parlementer 2012. Pergantian itu tidak berarti melupakan sejarah kontribusi Bung Mari Alkatiri, Lu’Olo dan lain-lain terhadap Fretilin, tetapi justru memuluskan, menyelamatkan dan menyelesaikan masalah residual yang sesunguhnya merupakan salah satu borok luka lama yang perlu diobati segera.

Figur baru yang akan tampil melalui Kongres Luar Biasa 2012 tersebut sebaiknya bukanlah figur-figur yang pernah bekerja didalam kabinet pemerintahan pertama-kedua dan ketiga. Figur lama seperti itu tugasnya hanya duduk di Dewan tertinggi partai untuk mengontrol figur-figur partai yang duduk di pemerintah hasil pemilu.

Sesunguhnya rakyat kita sangat merindukkan memiliki figur baru yang bisa tampil untuk menyelamatkan Fretilin dengan cara mengakui realitas dan menyesuaikan dengan trend politik zaman sekarang serta berani mengakui kelemahan juga berani bersatu dengan seluruh rakyat serta semua agama khususnya Gereja Katolik, berani bersatu dengan semua partai politik, semua líder politik khususnya Kay Rala Xanana Gusmao, san arsitek pembebasan nacional itu, untuk memandang ke perspektif masa depan Timor-Leste dengan satu konsep persatuan dan stabilitas nasional untuk membangun di segala bidang.

kita yakin bahwa yang terjadi selama ini bukanlah sikap anti Fretilin yang berlebihan tetapi yang lebih terkesan adalah sikap keraguan besar yang berlebihan terhadap karakter kepemimpinan yang tergolong sulit disatukan, ibarat minyak dan air didalam kristal beridentitas timorese yang bening. Dimanapun didunia ini sejarah menunjukkan bahwa semua orang belajar dari kesalahan, belajar dari masa lalu, bercermin terhadap kegagalan dan kesalahan yang sudah berlalu untuk meraih kemenangan baru. Untuk itu líder-líder Fretilin harus tampil lebih pro-aktif untuk merakyat serta mampu menaklukkan musuh menjadi sahabat. Untuk merakyat, líder-lider Fretilin harus berani mengakui dan memeluk barisan resistencia nacional, veteran perang, partai Frente Mudanca, mantan semua kelompok pro-otonomi di Indonesia, seluruh mantan FALINTIL, serta mengakui Kay Rala Xanana sebagai figur dan arsitek yang menentukkan keperspektif kemenangan bangsa dan negara serta kemenangan Fretilin. Secara fisik, jika kita bandingkan Fretilin dengan Komite Central Partai seperti; di China, Vietnam, Korea Utara, Russia ataupun di Cuba, maka Fretilin ibarat David yang kecil tetapi sudah menunjukkan kemampuanya menhadapi Goliat dalam keadaan apapun.

Untuk menjadi kuat seperti dulu Frente Mudanca sebagai kelompok minoritas harus berani menunjukkan jiwa besar mereka, harus berani menunjukkan contoh terbaik agar kembali ke Markas Besar Fretilin untuk menjadi satu, sebelum diserahkan kepada rakyat untuk memutuskan sebagai simbol sakral didalam setiap Uma Lisan/Uma Adat/Uma Lulik. Perpecahan didalam Fretelin merupakan suatu kecelakaan besar yang telah mencoreng nama baik pemimpin-pemimpin besar revolusioner yang tanguh, mecoreng semua Arwah para pahlawan yang telah gugur dimedan perang selama 24 tahun. Kekalahan drastis dari calon Presiden LUGU dari partai Frente Mudanca, kekalahan Bung Lu’Olo pada putaran ronde kedua capres 2012-2017, merupakan barometer, tamparan pedas dan pelajaran yang sangat besar dari rakyat dan merupakan wake up call dari seluruh Arwah para pahlawan revolusioner bahwa perpecahan didalam Fretilin bukan merupakan suatu impian dari para pemimpin revolusioner yang sangat dihormati oleh rakyat timorese bahkan Komite Central dari negara-negara lain. Kekalahan LUGU dan Lu’Olo menunjukkan telah tiba waktu yang tepat untuk kembali bersatu seperti dulu jika tidak mau dikalahkan lagi.

Perlu diakui bahwa jiwa dan semangat Fretilin adalah David yang pernah mengalahkan raksasa Goliat dalam sejarah dunia. Semua konspirasi politik internacional yang pernah mendukung invasi militer selama 24 tahun perjuangan, pernah digagalkan hingga lengser dan runtuh untuk mencapai kemerdekaan RDTL layaknya sebuah bangsa yang masih hidup dengan harga diri. Kegagalan-kegagalan yang selama ini terjadi adalah merupakan kegagalan dan kelemahan líder-lider partai, bukan kekalahan semangat dan jiwa Fretilin yang telah tertanam, tumbuh dan hidup didalam hati sanubari setiap insan Timorese.

Fretilin akan kembali kuat dan jaya jika bersatu dengan Kay Rala Xanana dalam konsep pembebasan nacional yang luas. Xanana mencintai Fretilin dan sebaliknya Fretilinpun harus berani mencintai dan mengakui Xanana. Tampa mencintai Fretilin, maka tidak ada restrukturisasi perjuangan baru ditahun delapan puluhan hingga tahun 1993 untuk melanjutkan misi Fretilin didalam negeri dengan mengunakan seragam baru CNRM (CNRT) dan FALINTIL untuk mencapai Kemerdekaan nacional. Sudah tiba saatnya bagi nilai kebesaran Fretilin untuk berterima kasih dan mengakui Kay Rala Xanana sebagai penyelamat Fretilin yang mengunakan jiwa, semangat dan kemampuan revolusioner Fretilin untuk membentuk dan memikul misi perjuangan nacional yang sudah kita capai bersama dan diakui dunia internasional.

Jika hari ini kita memiliki banyak partai politik, jika hari ini kita berefleksi; menyesal dan meminta maaf kepada rakyat, jika hari ini kita terus mengisi kemerdekaan negara ini diberbagai bidang, semua itu adalah merupakan keberhasilan Fretilin yang telah mendidik bangsa ini melalui proses revolusi dan evolusi waktu dimana banyak hambatan dan tantangan kita lalui bersama, banyak kesalahan terjadi agar kita bisa mencapai banyak kebenaran dihari ini dan lebih berhati-hati untuk melangkah kedepan sebagai negara berdemokrasi.

Sebagai partai yang memiliki kebesaran sejarah perjuangan, Fretilin adalah guru dan motor revolusi! Tampa Fretilin dan Kay Rala Xanana hari ini tidak ada RDTL yang kita nikmati dan bangun bersama seperti sekarang.

Semua turbulensi yang dialami Fretilin dari dulu hingga sekarang adalah merupakan sebuah ‘’wake up call’’ atau sebuah panggilan untuk bangun dari tidur untuk melihat realitas tuntutan zaman bahwa semua nilai, semua kultur budaya dan identitas Fretilin termasuk semangat dan filsafat Fretilin harus dikembalikan kepada rakyat untuk memutuskan, menjadi milik rakyat dan generasi muda, menjadi milik orang-orang ber-Iman,menjadi milik masyarakat intelektual, PNTL, F-FDTL, menjadi milik semua kekuatan politik yang merasa bersaing dengan Fretilin, menjadi guru demokrasi, menjadi guru Hak Asasi Manusia, menjadi guru pembebasan, menjadi mesin pendingin bagi rakyat Timor-Leste dan Komunitas Internasional, menjadi motor pendukung keadilan, menjadi alat negara yang sakral dengan seluruh filsafat pembebasanya yang harus tersimpang rapih didalam setiap Uma Adat dan Uma Lulik diseluruh negeri untuk disembah oleh seluruh rakyat dengan Kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa melalui tradisi kepercayaan kita akan unsur tanah, udara, air dan api.

Fretilin harus membuka dada dan bangga serta berani mengatakan bahwa lain dulu lain sekarang; akibat revolusi yang sudah mencapai tahap-tahap awal evolusi waktu, dimana sudah sepantasnya Jiwa dan semangat Fretilin harus menjadi milik bangsa dan negara, setelah misi utamanya tercapai yaitu membebaskan tanah air dan proses pembebasan rakyat dari kemiskinan yang luas, dengan cara melibatkan seluruh rakyat dalam pembangunan, hal mana dipikirkan, dikonsepkan dan dikerjakan oleh rakyat dan hasilnya untuk rakyat itu sendiri.

Jika dari awal Fretilin adalah milik rakyat dan rakyat adalah milik Fretilin, maka hari ini tidak perlu ada CNRT yang terpaksa harus tampil untuk mewakili Fretilin dalam membangung stabilitas dan Keamanan, membangung disegala bidang, walaupun terdapat banyak sekali hambatan dan tantangan yang besar.

Diluar kemampuan kita sebagai manusia yang tidak sempurna, Kitapun berani mengakui dan menjadi realistik bahwa kita diberi líder-lider sehebat Kay Rala Xanana, Ramos-Horta, Mari Alkatiri serta semua barisan veteran resistencia nacional termasuk Gereja Katolik yang sudah pasti memiliki kemauan keras untuk memperbaiki Fretilin saat ini kedepan. Kita terharu penuh emosional dan bangga jika figur-figur Fretilin berani membuka diri, seiring dengan terbukanya Komite Central dan partai komunis di CUBA yang mendahului membuka diri kepada rakyatnya dan dunia internasional tampa menunggu kapan Amerika Serikat menhentikkan Sangksi Ekonomi, Komersial dan Keuangan bagi Cuba yang sudah berumur lebih dari setengah abad.

Reformasi dibidang politik dan ekonomi, pembatasan kekuasaan kepemimpinan bangsa dan negara (hanya dua periode), pergantian tampuk kepemimpinan partai dari El Comandante Fidel Castro Ruz ke Jenderal Angkatan Darat Raul Castro Ruz, serta kedekatan Cuba saat ini terhadap Tahta Suci Vatikan dan dukunganya terhadap semua agama di Cuba, terbukanya pintu bagi rakyat Cuba untuk mengunjunggi keluarga mereka di Amerika Serikat (politik reunifikasi keluarga), investasi besar-besaran di sector Pertanian, Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan serta sector Pariwisata adalah merupakan pelajaran besar bagi kita untuk menginternasionalkan Fretilin diseluruh dunia bahwa nilai, semangat dan filsafat Fretilin adalah merupakan salah satu referensi universal juga yang bisa menyesuaikan zaman demi zaman melalui perspektif sejarah manusia kedepan dalam konteks pembangunan manusia moderen disegala bidang.

Jika di dunia orang mengenal dan mengakui Marxisme, Leninisme yang juga kita pelajari dari teori penjabaran Fidelisme di Cuba, maka suatu hari kita yakin bahwa Xananisme bisa merupakan teori yang lebih toleran dan realistik untuk menyeimbanggi capitalisme dan komunisme dalam mencapai suatu tatanan masyarakat baru dunia yang adil dan damai secara nyata.

Hal tersebut dapat kita buktikan melalui pengakuan dan kepercayaan masyarakat internacional terhadap kemampuan kepemimpinan besar Bung Kay Rala Xanana sebagai Perdana-Menteri sejak 2007-2012 dengan Aliansi Mayoritas di Parlemen, dimana Timor-Leste dipercayakan untuk ikut membentuk dan memimpin kelompok G7…+ yang terdiri dari negara-negara miskin dan negara-negara post konflik yang berjumlah 19 negara dengan total lebih dari 600 juta penduduk dunia, usaha-usaha untuk mencapai suatu pemerintahan yang baik dan bersih dimasa depan, transparansi, demokrasi, stabilitas dan keamanan, emansipasi wanita dan gender, pertumbuhan ekonomi terbaik diantara seluruh negara miskin dan negara berkembang didunia sejak tahun 2009 hingga sekarang, usaha-usaha pemberantasan kemiskinan secara efectif dan efisien adalah merupakan kebanggaan yang patut disyukuri kepada Tuhan serta butuh komitmen bersama yang lebih kuat untuk bekerja lebih keras lagi untuk mengejar ketertinggalan-ketertinggalan yang masih banyak.

Untuk itu tidak ada yang lebih penting selain menyatukkan semua kekuatan politik di Timor-Leste untuk menjadi satu dalam pelukan dan gendongan ibu pertiwi, dalam mencapai satu konsep nacional yang otentik untuk membangun negara. Mari kita bersatu untuk menhadapi semua musuh yang saat ini pura-pura menjadi teman kita.

Dalam politik bernegara, musuh atau teman bagi kita adalah sesuatu yang relatif, karena ia selalu berubah-ubah dan yang terpenting adalah kita harus memiliki satu prinsip konsep nasional yang tanguh dan tidak bisa dihancurkan oleh kekuatan apapun yang datang dari teman atau dari musuh sekalipun. Oleh karena itu sebagai partai besar, Fretilin harus bangkit dan membuka diri lebih luas untuk melihat keperspektif masa depan bangsa dan negara yang lebih cerah. Mumpung masih ada waktu, mumpun Bung Xanana, Bung Horta, Bung Mari dan lain-lain, masih kuat dan sehat walafiat, kita paksakan mereka untuk berani saling menerima dan mempersiapkan kaderisasi baru untuk menerima tongkat estafet sepuluh tahun mendatang dalam melanjutkan persatuan dan kesatuan nasional serta membangung di segala bidang demi kejayaan bangsa dan negara RDTL.

Oleh karena itu, revisi pergantian tampuk kepemimpinan partai adalah merupakan momentum yang krusial untuk mengembalikkan kepercayaan rakyat demi mengembalikkan Fretilin adalah rakyat dan rakyat adalah Fretilin untuk kepentingan nasional dan internacional. Keberanian Sekretaris Jenderal partai dan Presiden partai serta seluruh Struktur Dewan tertinggi partai untuk melakukan itu, adalah merupakan momentum nacional bagi seluruh rakyat dan generasi muda bahwa mereka adalah contoh Kepemimpinan yang tanguh, kuat, solid serta brilian untuk mendidik rakyat dan generasi muda, mereka telah menyelamatkan Fretilin dan memenangkan Fretilin ke atas Tahta tertinggi rakyat, bangsa dan negara. Apapun alasanya, jika kita pandang ke pesrpektif masa depan bangsa dan negara, kita membutuhkan persiapan dan dukungan semua agama, seluruh rakyat dan kekuatan politik khususnya Fretilin untuk ikut memotori dan menjadi pioner dalam persiapan kaderisasi kepemimpinan bangsa dan negara! Kita yakin bahwa itu akan terjadi demi KETENANGAN seluruh Arwah para Pahlawan revolusioner, Pahlawan Kemerdekaan! Akhirnya; Tuhan Memberkati,

Amin! Penulis adalah alumni UNTIM baru tiba dari Amerika Latin, tinggal di Manatuto.

Sem comentários:

Enviar um comentário

Nota: só um membro deste blogue pode publicar um comentário.