VISAO MISAO OBJECTIVO SPORTIMOR FH KKN HOME FH LPV ARTIGOS FH MUZIKA LIA MENON FH RESPONDE
Congresso  Nacional de Recontrucão de Timor-Leste Frente Revolucionaria de Timor-Leste Independente Partido Democratico Frenti-Mudança FM Partido Socialista Timor Partido do Desenvolvimento Nacional Associação Social-Democrata Timorense União Nacional Democrática de Resistência Timorense União Democrática Timorense Partidu Republikanu Partido Libertasaun Povu 

Aileba Partido Democrática Republica de 

Timor Associação Popular Monarquia Timorense Partido Unidade Nacional Partido Milénio Democrático Klibur Oan Timor Asuwain Aliança Democrática Partido Timorense Democrático Partidu Democrática Liberal Partido do Desenvolvimento Popular Partido Democrata Cristão
"Hau sei PM nafatin". «Hau sei remodela governu no prepara kondisaun ba lideransa jerasaun foun iha periudu transicao politica».
H
O
M
E
How to Get Timor Leste Into Asean by 2020
Violence against women still rife in RI, Timor Leste and..
Indonesia dan Timor Leste Oke, Filipina Belum Jelas
AICEP vai ter delegação em Timor-Leste
Derap Tari Perang Timor Leste di Sleman
Tak Punya Lahan, 21 Warga NTT Pindah ke Timor Leste
    Timor - em imagem
João apaixonou-se por Timor e foi premiado no Sony Awards
Sandy Saputra Malaysia dan Timor Leste Bahkan Sudah Pasang GreenFields
Magistrada Gloria Alves expulsa de Timor Leste Mente ao Publico - Contra Factos não ha argumentos

terça-feira, 25 de Novembro de 2014

Maraknya Multi-Level Marketing di Timor-Leste

Penulis: João Soares Reis Pequinho, Technical Advisor - Asosiasaun Defisiensia Timor-Leste (ADTL), Dili, Timor-Leste.
Semakin hari semakin lama kehidupan masyarakat kita berubah mengikuti perkembangan ekonomianya yang terus maju. Oleh para pelaku bisnis ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis, baik itu yang bermanfaat sosiak maupun yang hanya mementingkan diri atau selfish. Salah satu kegiatan bisnis yang menarik untuk dikaji adalah kegiatan bisnis Multi-Level Marketing (MLM). MLM adalah istilah yang sudah diperhalus untuk menjelaskan tentang bisnis produk-produk luar negeri seperti K-link, Tianshi, Supamas, Bio Young, Bio Disk, Anion, Triple-S, Matol dan lainnya yang telah beredar dengan cepat di Dili bahkan telah mencapai daerah-daerah pelosok di Timor-Leste.

Sudah jatuh ditimpa malang karena sakit yang berkepanjangan, malah jatuh ditimpa tangga karena mengkonsumsi produk obat-obatan yang harganya mahal dan tidak tahu efek sampingnya. Lebih buruk lagi beberapa agen perdagangan memperdagangkan sakitnya pelangan/pasien untuk mendapatkan keuntungan untuk diri-sendiri. Beberapa agen bahkan rela melakukan penipuan informasi bahwa berkat produk-produk mereka, kondisi gagal ginjal stadium empat atau gagal ginjal total dapat disembuhkan. Sebagaimana kita ketahui bahwa gagal ginjal dan gagal jantung adalah sebuah kondisi kesehatan seseorang yang secara medis sulit untuk sembuh apalagi kembalikan ke keadaan semula.

Bisnis MLM di Timor-Leste mempunyai ciri khas menarik apabila di tinjau dari cara mereka menarik pelangan. Sebagai contoh, sebuah agen di Dili menarik pelangannya dengan cara bekerja sama dengan figur politik dan pejabat Negara. Yang lain menarik pelangan dengan cara bekerja sama dengan para pemuka agama. Maklum, pejabat Negara dan pemuka agama di Timor-Leste rata-rata tidak mempunyai kegiatan yang padat, oleh karena itu mereka dengan mudah dapat dimanfaatkan untuk ikut menjadi penjual obat. Tempat dagang obatnya pun eksklusif karena menggunakan tempat mewah untuk pertemuan. Bio Disc sebagai contoh, mereka menggunakan Hotel Timor untuk acara menjual produk-produknya. Dalam sebuah acara, salah seorang menjadi penjual obat produk dalam kemasan botol aqua yang dimasukan pembalut haid. Aneh dan menjijikan tetapi sang mentri melakukannya dan ia begitu percaya diri bahwa berkat produk tersebut ia menjadi kuat. Sebuah data menyimpulkan bahwa hampir semua pejabat Pemerintah dan pejabat Negara di Dili mengkonsumsi pembalut haid berwarna biru.

Opini ini tidak bermaksud untuk mempertanyakan keyakinan seseorang terhadap produk obat-obatan yang beredar di pasar. Karena kesehatan seseorang sepenuhnya menjadi tanggungjawab pribadi setiap orang. Walaupun demikian, kesehatan masyarakat menjadi tanggungjawab Negara. Oleh karena itu, kebijakan tentang mendatangkan, distribusi dan konsumsi obat-obatan semua itu menjadi kepentingan umum dan patut untuk mempertanyakan sejauhmana kemampuan Negara melalui pemerintah khususnya ministeriu saude dan instansi terkait mampu melindungi masyarakatnya dari bahaya mengkonsumsi obat-obatan yang berbahaya bagi kesehatan.

Kembali lagi ke bisnis model MLM, jenis bisnis tersebut dapat digambarkan seperti gambar piramida, bahwa pada akhirnya hanya menguntungkan beberapa orang utama. Semakin banyak pelangan yang mampu untuk merekrut lebih banyak pengikut untuk membeli produknya akan membawa penghasilan yang lebih tinggi kepada orang yang duduk di atas piramida. Metode bisnis ini dilihat sederhana tetapi berbahaya. Oleh karena itu, kurang lebih 34 Negara telah melarang kegiatan bisnis tersebut diantaranya Australia, Africa Selatan, German, Brasil, China, Denmark, Estonia, Amerika Serikat, Perancis, Hong Kong, Iran, Jepan, Malaysia, Portugal, Romania, Srilanka, Thailand dan beberapa Negara lainnya.

Berbeda halnya dengan Indonesia adalah sebuah Negara yang menjadi lahan subur untuk bisnis MLM. Hingga tahun 2014 terdaftar 40 jenis produk yang beredar, mereka kemudian bergabung dalam sebuah kelompok yang dinamai Asosiasi Penjual Langsung Indonesia atau disingkat APLI. Oleh karena dapurnya Timor-Leste adalah Indonesia maka apapun yang dikonsumsi mereka dikonsumsi oleh masyarakat kita di Timor-Leste. Oleh karena itu, masyarakat dan Negara wajib mengikuti perkembangan kebijakan tentang makanan, minuman dan obat-obatan di Indonesia. Misalnya pada 15 Oktober 2010 lalu Departemen Kesehatan Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melarang 46 produk obat-obatan karena mengandung bahan kimia berbahaya. Di sisi lain, di kota Dili marak dengan kegiatan klinik china dengan produk obat-obatan yang semuanya menggunakan bahasa china. Sudah demikian keadaannya tetapi Ministeriu Saude dan pihak terkait tidak mengambil sikap apapun. Padahal obat-obatan tersebut sedang beredar bahkan sudah di konsumsi dan mungkin sudah mematikan masyarakat kita. Disarankan agar ministeriu saude agar segera mencari pendapat dari organisasi kesehatan dunia (WHO) agar dapat mengembangkan sistem kontrol terhadap import dan distribusi makanan dan obat-obatan di Timor-Leste.

Kembali ke bisnis MLM ini sudah nyata dilarang karena metodenya yang dikategorikan sebagai penipuan terhadap konsumen. Bisnis ini di luar negeri dikenal dengan istilah pyramid scheme business yang mengandalkan janji-janji kepada pelangan bahwa semakin banyak mengkonsumsi produk-produk tersebut pelangan atau dalam hal ini konsumen akan mendapatkan pembayaran dan jasa mahal dan eksklusif. Hal ini menyebabkan beberapa agen di Dili menjanjikan kepada pelangannya bahwa setiap pelangan akan mendapatkan transfer uang dalam jumlah besar langsung ke rekening masing-masing. Beberapa orang yang di wawancarai untuk tulisan ini menyampaikan kekecewaan mereka bahwa hingga kini belum mendapatkan uang banyak walaupun mereka sudah menghabiskan ribuan dolar untuk membeli produk-produk tersebut. Korban dari bisnis MLM jumlahnya terus meningkat bahkan tidak menusiawi. Beberapa orang penyandang cacat penglihatan (defisiensia matan) ikut menjadi korban. Dari temuan diatas dapat simpulkan bahwa MLM produk obat-obatan ini bukan berorientasi pada hak atas kesehatan konsumen tetapi lebih menekankan pada keuntungan bagi bisnis perusahaan.

Masyarakat kita harus dilatih untuk berpikir kritis dan menggunakan logika agar tidak mudah tertipu. Penulis menarik kesimpulan bahwa ketertarikan masyarakat terhadap produk obat-obatan luar negeri melalui jalur MLM menjadi tinggi karena didorong oleh faktor ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja kerja dan pelayanan kesehatan di Timor-Leste. Sebuah analisis bahkan mengatakan bahwa faktor privatisasi dan komersialisasi jasa dan fasilitas kesehatan publik turut memberikan kontribusi terhadap maraknya MLM obat-obatan luar negeri di Timor-Leste. Penulis berharap melalui tulisan ini Negara, Pemerintah dan masyarakat di ingatkan untuk waspada dan segera mengambil sikap tegas demi menyelamatkan kesehatan generasi yang akan datang.

Penulis: João Soares Reis Pequinho, Technical Advisor - Asosiasaun Defisiensia Timor-Leste (ADTL), Dili, Timor-Leste.

quarta-feira, 19 de Novembro de 2014

“Timorese judges’ life under threat” WHO IS NOT TELLING THE TRUTH HERE

*Cosme da Costa Araujo

It was widely reported, especially by media in Portugal and copied by few local media and went viral on social media that “Timorese judges’ life was under  threat.

The English version of the same news reported by Micael Pereira and Rui Gustavo for Expresso Sapo PT and posted on ETAN reported that “Guilhermino da Silva, the President of the Court of Appeal, and Timorese CSM, made a call to Antonio Piçarra, vice president of Portuguese SCM, ask for help against dramatic situation in the past hour confronting Timorese judges”. 

Both added that “Guilhermo da Silva closed himself in a house with two other judges because they fear for their lives”.

Next day, various news media including SAPO Timor-Leste, quoted Lusa, reported a contradictory version from the very same source.

In Portuguese version, the news reads that “Presidente do Conselho Superior de Magistratura de Timor-Leste DESCONHECE ameaças a juízes”. 

Thanks to Google Translation, the statement can be roughly translated into English as “the President of CSM does not know any threat against the judges”. He reaffirmed to Lusa that “I am not aware of it. So far, not directly seen this threat”. 

The question now is who is not telling the truth here. It is either “the source of information” or “the one who report it” in the first place.

The integrity and credibility of the source of the information is unquestionable and therefore it is highly unlikely that Judge Guilhermino da Silva would one day say one thing and another day say something important position speaks the only the truth.

We are then left with one and the only truth, which is the one who reported it in the first place did not tell the truth.

Therefore, the news about “Timorese judges’ life under threat” is simply another overly exaggerated media’s blunder and it is regrettable international reputable media could do such a deplorable thing. 

A good friend of mine once told me that apart from coffee, the next big commodity Timorese can export is gossiping. Sadly, this incident tells me that the Timorese no longer have that competitive advantage, as people in other countries are also good at it. 

What we ask is “para reduzirem um bocado a emoção com que se expressam”.

As a side note for critics, recent update from Democracy Index shows that despite no country is a full democracy, Timor-Leste scored the highest quality of democracy in Southeast Asia.

terça-feira, 18 de Novembro de 2014

Elit politik partai besar berkolaborasi dengan kepentingan asing

- Constancio Dos Santos

Mengamat situasi politik global dunia dan dalam negri konspirasi politik operasi intelegen sedang dijalankan untuk menciptakan ketidakstabilan negara kita yang sedang dalam proses pembangunan dengan segala kemampuan kita untuk mempertahankan kedaulatan negara dan stabilitas Nasional.

Persoalan utama yang Dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan kita adalah ketidakpercayaan kita terhadap kepemimpinan kita sendiri.

Dua Persoalan yang saat Ini menjadi tujuan kepentingan asing untuk menghancurkan persatuan dan kesatuan kita adalah Minyak dan Gas, dan Persoalan Mata Uang.

Sadar atau tidak sadar ketika Pemerintahan FRETILIN mengumunkan Mata Uang Timor-Leste "Mata Uang Centavos".

Pada tahun 2004 Timor-Leste dihadapkan pada Persoalan Anti Marie Alktiri karena kebijakan politiknya menurut mereka lebih ke China dan Cuba.

Ketika Pemerintahan Marie Alktiri mengeluarkan kebijakan Politik tentang Pendidikan Agama para intelegen asing dan kolaborasinya langsung mengembangkan  isu agama sampai memobilisasi terjadi demo besar besaran semua umat katolik di Timor-Leste dengan isu yg dikembangkan oleh para intelegen asing dan kolaborasi mereka di Timor-Leste Bahwa Timor-Leste tidak seharusnya dipimpim oleh seorang Muslim.

Hebatnya operasi intelegen asing tersebut adalah melakukan dan mengembangkan isu-isu ketika Persoalan itu muncul dengan sendiri Dari pertentangan politik dan pertentangan apa saja yg terjadi dalam masayarakat kita.

Terjadinya pro contra terhadap resolusi yang dikeluarkan oleh Parlemen Nasional dan pemerintah itu merupakan suatu konspirasi dapat menyebabkan ketidakstabilan stabilitas Nasional dengan mengunakan dan memanfaatkan para hakim dan jaksa international yang di kontrak oleh pemerintah RDTL agar dapat meronrong kedaulatan kita melalui institusi intitusi  Pemerintahan kita.

Negara RDTL didirikan atas sistem Pemerintahan yang kita tetapkan pembagian kekuasaan yaitu Presidencial, yudikatif, legilatif dan eksekutif.

Dengan persoalan korupsi yang dihadapi oleh para member of government  kita,  kekayaan Minyak dan gas yang Ada merupakan tujuan intelegen asing untuk menciptakan ketidakstabilan situasi keamanan dalam negri agar dapat menghambat semua proses negosiasi yang saat Ini sedang di perjuangkan oleh pemimpin kita.

Sehubungan dengan kasus korupsi, Karena negara Ini adalah negara hukum maka tidak Akan Ada yang bisa lolos Dari investigasi telah di lakukan sampaikan kapan pun status "arguido" tetap "arguido" Dan tidak Ada yang Akan dapat memberikan proteksi terhadap sesama. Siapapun yang Akan memerintah pasti Akan membuka kembali kasus korupsi telah terjadi.

Ini adalah masalah dalam negri kita, yang harus kita fokus adalah menghentikan konspirasi asing dan keinginan orang asing yang ingin menguasai bangsa dan negara kita.

Saat Ini mereka para konspirator telah menemukan sasaran yang Akan mereka jatuhkan setelah melihat beberapa statment yang telah dikeluarkan oleh pemimpin kita pada berbagai forum international. (Baca; statment PM di forum Demokasi dan di PBB).

Sejarah perjalanan setiap pemimpin bangsa lain yang kaya Akan Minyak dan gas telah mengajarkan kita. Ketika pemimpin Irak menolak menjual Minyak ke USA menyebabkan kematian pemimpin mereka. Ketika pemimpin Libya mengeluarkan pernyataan disebuah forum uni Afrika tentang satu mata uang Afrika pemimpin Libya dihadapan dengan rakyatnya melalui Sukses nya operasi intelegen dengan kolaborasi nya di dalam Libya sendiri.

Ketika para pemimpin America Latin memunculkan ide satu mata uang untuk America Latin para pemimpin benua tersebut diserang penyakit kanker otak.

Sekarang dengan Alasan untuk keamanan regional untuk dapat menahan eskpansi ISIS  di Indonesia negara kita Akan dihadapkan dengan permintaan tanah seluas 10 hectar untuk kedutaan besar America Serikat dan pendaratan pasukan US Navy secara diam diam di tanah air kita secara kehadiran para orang asing di setiap pelosok desa di antero Republik Ini. Apa yang mereka Mau Dari kita adalah tunduk dan mengikuti kemauan dan keinginan mereka. seandainya negara kita tidak memiliki kekayaan Minyak Dan Gas negara kita tidak Akan Ada permintaan demikian!!!

Jika Hal semacam copy past 9 dokumen dari para hakim Portugues pada kasus ConocoPhillips berhadapan dengan Pemerintah kita itu terjadi di negara lain ketika pemerintah mendeteksi terjadi kesalahan seperti itu para hakim dan jaksa international itu sudah di tangkap dan diadili. Karena terbukti merugikan negara.

Konspirasi politik operasi intelegen asing terus dilakukan dengan kolaborasi mereka di dalam negri.

Dan sayangnya generasi kita mengikuti arus konspirasi dengan ikut mengembangkan isu-isu yang Tampa disadari oleh kita sendiri. Dimana kita tidak ingin mencari tahu bahwa apakah Ada kolusi antara salah satu Dari juis  bersama Jose Fernando Brito dengan perusahan asing atau tidak. Sebenarnya Jose Fernando Brito orang Portugis tersebut telah dipecat Sebelum Parlemen Nasional dan pemerintah mengeluarkan resolusi 24 October lalu.

Sasaran operasi intelegen dengan kolaborasi nya telah menemukan sasaran mereka bagaimana menjatuhkan figur yang berani mengambil keputusan berlawanan keinginan mereka.

Keinginan mereka hanya satu menguasai dan membuat kita harus tunduk pada setiap kemauan dan keinginan mereka.

Beberapa elit politikus di Salah satu partai terbesar di Timor-Leste yang Selama Ini di kenal sangat kritis terhadap setiap kebijakan pemerintah  di negri Ini telah berkolaborasi dengan intelegen asing. jika itu benar maka ini adalah penghianatan besar terhadap para pejuang kita yang telah gugur di Medan pertempuran kemerdekaan bangsa maubere. Tidak dapat di tolerir.

quarta-feira, 12 de Novembro de 2014

David Vs Golias - Xanana Vs Conoco Philips & Co.

David Vs Golias - Xanana Vs Conoco Philips & Co.

- José Ramos-Horta
https://www.facebook.com/officialramoshorta?fref=nf

                           José Ramos-Horta
Hesitei em opinar sobre esta matéria pois não estava na posse de informações fidedignas embora há muito me chegavam rumores muito perturbadores com alegações gravosas nada abonatórias da Justiça em Timor-Leste.

A Justiça em Timor-Leste padece de muitas debilidades; mas o mesmo acontece com a maior parte da nossa Administração Pública. Obviamente cada setor tem o seu peso relativo e a Justiça pesa muito mais porque tem ramificações mais graves quando não funciona com competência profissional e integridade inquestionáveis.

A questão central para o Governo Timorense e para todos os Timorenses, de todos os quadrantes sociais e politicos, está no Tribunal de Díli: o embate entre David (Timor-Leste) e Golias (as famigeradas "Sete Irmãs", assim são conhecidas as sete mais poderosas empresas petrolíferas do mundo).

O Governo exibiu provas documentais, até agora não contestadas, de falhas gravosas de quem julgou o processo - Estado de Timor-Leste Vs Conocco Philips - lesando seriamente o Estado. Que haja então uma auditoria objetiva e aprofundada da Justiça em Timor-Leste.

Como Timorense fiquei muito entristecido e profundamente desiludido com as ofensas públicas e injuriosas contra o nosso Primeiro Ministro Xanana Gusmão.

Houve poucas vozes serenas. Saliento o Prof. Pedro Bacelar (Universidade do Minho) e o Irmão Guineense, Fernando Casimiro "Didinho" (http://www.didinho.org/) que revelaram honestidade e coragem intelectuais impares.

Não existe em Timor-Leste qualquer animosidade em relação aos Portugueses. E não poderia haver! Este imbróglio implica apenas uma parte, embora muito importante, da cooperação Portugal / Timor-Leste.

Fiquei consternado com a ordem de expulsão. Eu teria gerido a situação de uma outra maneira: teria convidado o Embaixador de Portugal para uma conversa íntima de amigos; ter-lhe-ia entregue o dossier acusatório; e face à documentação apresentada, os dois Governos amigos decidiriam em conjunto os passos seguintes.

Durante mais de uma década, fui apoiado no MNE (2001-2006), na Primatura (2006-2007) e na Presidência, (2007-2012) por assessores de países da CPLP e de muitas outras nacionalidades - e todos foram um exemplo de profissionalismo e dedicação, de todos guardo gratas recordações.

A cooperação Portugal / Timor-Leste tem sido exemplar, a todos os níveis. Um exemplo saliente de sucesso no setor de Educação é comprovado pelas longas filas de espera em todo o País, de pais ansiosos por ingressar os filhos na Escola Portuguesa de Díli assim como nas Escolas de Referência nos Distritos.

Ainda nesta área, temos o programa coordenado pela Fundação das Universidades Portuguesas na formação e gestão da Faculdade de Direito da UNTL, hoje bastante prestigiada, talvez a que se pode classificar de maior sucesso.

Na área de Defesa e Segurança: as relações desenvolvidas entre as duas forças são um modelo; a qualidade de formação administrada por instrutores Portugueses é visível; outro tanto tem sido a cooperação no setor de formação policial com o apoio da PSP.

A GNR deixou muito bom nome entre todos os Timorenses pelo seu profissionalismo e eficácia na actuação operacional, granjeando respeito mesmo junto dos gangues que gostavam de provocar e testar a GNR.

E não nos podemos esquecer da excelente e generosa cooperação das autarquias, Câmaras, ONGs, Igrejas Portuguesas etc, que trabalham diretamente com as populações em áreas esquecidas do nosso Pais.

O Maun Bot Xanana é um Amigo sincero e grato de Portugal; que ninguém duvide disto.

Depois do malogrado poeta Borja da Costa e do escritor Luís Cardoso (Takas), Xanana será o maior poeta e cultivador da Língua Portuguesa em toda a Ásia.

Graças a ele, a sua visão e coragem, apoiado por líderes como Francisco Lu-Olo Guterres e Mari Alkatiri, Mário e João Carrascalão, os nossos venerados Bispos, o Jesuíta Pe. Filomeno Jacob, a língua Portuguesa, moribunda em 1999-2000, com menos de 1% de falantes, ressuscitou, bem viva, falada ou entendida, por cerca de 30% da nossa população em apenas 10 anos, número que continua a crescer.

O incidente dos magistrados toldou com uma nuvem carregada as relações entre os nossos Países, mas estas relações históricas e humanas profundas deveriam sair reforçadas deste mau tempo. Tentemos colocar este episódio dos magistrados no passado e ao mesmo tempo investir mais seriamente no setor de Justiça, pilar indispensável do Estado democrático.

quarta-feira, 5 de Novembro de 2014

Esplikasaun PM Xanana konaba Expulsaun Majistradu Portugues sira husi Timor-Leste

Resumu husi Esplikassaun PM Xanana ba TVTL horiseik, Terça-feira (4/11/2014)

Eru procesu ne’ebe mak Ministério Publico (MP) ho Tribunal Distrital Dili (TDD) komete

Estadu Timor-Leste vs Conocophilips


Ida (1), Empresa ne’ebe explora mina no fan mina la selu taxa ba Estadu nudar nain mina. Inkumprimentu ba Tratada esplorasaun konjunta ;

Rua (2), quandu Governu detekta eru sira ne’e no empresa petrolio lori Governu ba Tribunal;

Tolu (3), MP la halo servisu ho diak hodi defende interese Estadu Timor. MP ne’ebe tuir lolos defende interese Estadu tuir lolos halo servisu diak maibe la iha fundamentu ba defende interese estadu nian, hatudu menus ka menor konecimentu ba kasu;

Hat (4), Juiz ida deit mak deside kasu hitu (7) no lia fuan hanesan deit mak "Copypaste", juiz ne’ebe deside ne’e muda dei valor ba Concophilips;

Lima (5), Estadu Timor-Leste foin mak husu Conocophilips selu taxa, Tribunal kondena kedan. Governu foin mak kontesta Tribunal fo kedan manan ba Conocophilips;

Nem (6), Juizes la konsegue distingue proceso rua la hanesan husi entidade rua, Autoridade Nacional Petroleo (ANP) no seluk mak Diresaun Nasiona Impostos. Decisaun hanesan iha procesu diferentes;

Hitu (7), kopi procesu ida ba procesu seluk, famous "copypaste" deit;

Ualu (8), aplikasaun Lei ne’ebe mak la uja ona iha Tribunal, enquanto iha Leis seluk ne’ebe mak mak Timr-Leste ratifika maibe la aplika, qunado detekta hetan erus sira ne’e hotu, nem Conselho Superior da Magistratura Judicial  (CSMJ) hola medidas;

Infrenta 3 frentes: TDD, Singapura no Holanda;

Detekta erus:

Peritus Direito Fiscal husi Universidade Coimbra, konaba kasu refere MP no TDD komete erus hitu (7) no nunka foti sansaun husi CSMJ nudar orgaun ne’ebe supervision ba lalaok no knar Juises sira nian no Conselho Superior do Ministério Público (CSMP) supervision no halo sansaun ba Procurador sira nia servisu;

Fontes: TVTL (04/11/2014), Timor Post (05/11/2014, pajs 1 & 23) no Lusa (04/11/2014)!

who's online