VISAO MISAO OBJECTIVO HAKSESUK BOLA FH KKN HOME FH LPV ARTIGOS FH MUZIKA LIA MENON FH RESPONDE

20120328

PRESIDEN BARU PASTI MAMPU MENARIK PIPELINE MINYAK DAN GAS KE TIMOR-LESTE


(kita tunggu apa yang akan terjadi kedepan)

Oleh:  SAMORO-MALIYA’IN

Detakan jarum jam tetap melanjutkan putaran-putaran keperspektif  masa depan yang pasti dan penuh tantangan  sementara kita terpanggil untuk melihat lebih jauh tentang nasib bangsa dan negara kita dibidang  Diplomasi, politik, ekonomi dan sosial, dimana kitapun dituntut untuk  berani bersikap realistik bahwa situasi dan kondisi negara manapun  tidak hanya ditentutkan oleh perasaan –perasaan senang atau tidak senang dukung atau tidak mendukung terhadap figur-figur politik didalam negeri selama masa pesta demokrasi ini.

Bagi negara-negara besar dan demokrat kemenangan seorang kandidat Presiden Republik bisa cukup dilihat dengan barometer berkemampuan serta meraih suara terbanyak selama pesta demokrasi , namun bagi Timor-Leste yang berada diantara dua raksasa Goliat dengan berbagai kepentingan multiinterrest yang kompleks, maka dukungan kita terhadap seorang figur tetap dituntut agar memiliki nilai estrategis dan taktis serta pro-aktif untuk menyeimbanggi kepentingan nasional dengan kepentingan asia dan pasifik serta mampu berdiplomasi agar melukiskan Timor-Leste kedalam kanvas peta dunia bahwa negara kita adalah merupakan salah satu asset penting bagi kawasan regional dan internacional yang bisa dan mampu memberikan kontribusi yang besar untuk menciptakan estabilitas regional dan multilateral. Untuk itu Timor-Leste bukan hanya membutuhkan seorang Presiden Republik hasil pemilu 2012, tetapi lebih dari itu membutuhkan seorang arsitek brilian untuk membantu Perdana Menteri atau sebaliknya kita membutuhkan seorang Perdana Menteri  yang mampu dan brilian  untuk membantu Presiden Republik dalam mengendarai bangsa dan negara menhadapi cuaca buruk dunia yang semakin kompleks untuk mencapai titik keseimbangan global.

Pertanyaan kita sekarang kedepan adalah bahwa apakah dengan hasil pesta demokrasi 2012 ini Kepala negara kita yang terpilih mampu dan berani mempertahankan kepentingan kita agar pipeline minyak dan gás greater sunrise bisa di tarik ke Timor-Leste sehingga bisa lebih efectif dan efisien untuk membangun negara kita? Ataukah tetap ditarik ke Australia seperti masa-masa pemerintahan líder-lider partai Fretilin? Masalahnya bukan meluncurkan slogan-slogan ‘’Defende Riku Soin, ’’ tetapi konsep ‘’Defende’’ itu harus jelas sesuai dengan suara Tuhan Yang Maha Kuasa, suara rai Lulik Timor Aswa’in, agar tidak akan menjadi bom waktu bagi bangsa dan negara yang bisa berakhir dengan pemilu antesipada karena rakyat kita tidak pernah bodoh.

Ataukah Ada alternatif yang lain dengan merevisi persetujuan-persetujuan bilateral yang  telah ditandatangani oleh  Timor-Leste dan Australia agar semua perusahaan raksasa asing yang bekerja di laut Timor bisa mempertimbangkan melakukan kontrak lansung dengan Timor-Leste termasuk perusahaan-perusahaan Australia, Amerika dan lain sebagainya. 

Tidak Ada alternatif yang lebih baik dan beradap  bagi Australia selain memberikan dukungan moral dan material untuk ikut mendukung Timor-Leste dalam proses pembangunan disegala bidang tampa menunggu kapan Timor-Leste bergabung dengan ASEAN, kapan Timor-Leste dibantu oleh negara-negara lain. Australia dan Indonesia harus menjadi pioner terbaik dan teristimewa untuk investasi di Timor-Leste sebelum negara-negara lain berbuat lebih banyak. Jika di Ásia Singapure dikenal sebagai negara transit dengan fasilitas pariwisata yang maju dan moderen maka keperspektif masa depan Timor-Leste juga  harus menjadi negara transit baru yang menhubungkan kepentingan asia dan pasifik dalam kepentingan geo-ekonomi dan geopolitik selama perjalanan kereta globalisasi, bersamaan juga dengan perubahan signifikan tentang perkembangan baru perekonomian dunia khususnya Eropa yang menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan ditahun 2012 kedepan dengan kerja sama yang harus lebih  keras, lebih efectif dan lebih efisien.

Realitas ini menuntut para politikus kita khususnya Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan serta Parlemen Nasional agar apapun resikonya keempat unsur Kedaulatan negara kita harus memiliki hanya satu konsep nasional yang autentik, strategis dan taktis  sertã bersatu untuk membela kepentingan nasional kita tampa harus bermain politik double standar yang menyayangkan hingga bisa mengorbangkan rakyat yang pernah menderita secara turun temurun sejak 1512 hingga 1999.

sebagai warga negara juga sebagai generasi muda mari kita renungkan bersama dalam keheningan kita, mari kita panjatkan Doa kepada Tuhan, mari kita bertanya kepada para Arwah Pahlawan kita dengan cara kita sendiri, mari kita memohon jalan keluar tentang penyelesaian-penyelesaian yang lebih adil dan damai diantara kita penghuni negara Timor-Leste sebelum kita menuduh negara tetangga kita tentang isu Laut Timor serta segala isinya. Demi rakyat dan demi stabilitas nasional Kepala Negara harus berani menerima konsep rencana pembangunan Pemerintah yang berkuasa, sebaliknya demi negara dan bangsa Kepala Pemerintah-pun harus tunduk kepada Kepala Negara hingga mencapai satu konsep keseimbangan yang bisa diputuskan bersama demi kemenangan rakyat tercinta. Kemenangan yang dicapai haruslah kemenangan rakyat bukan kemenangan Pemerintah ataupun kemenangan figur Kepala Negara. 

Lima tahun sudah hampir berlalu dan jika kita tengok  kebelakan sudah banyak kemajuan yang sudah dicapai,  juga masih banyak yang harus diperjuangkan termasuk keprihatinan kita terhadap ancaman perang nuklir yang diancam oleh Iran dan Korea Utara, ancaman perubahan cuaca dunia yang diakibatkan oleh kelebihan tereksplorasinya minyak dan gás bumi yang sesunguhnya adalah merupakan darah dan unsur terpenting untuk mengontrol keseimbangan suhu bumi bagi semua makluk hidup termasuk manusia dan generasi-generasinya, pemerataan lapangan  kerja untuk menguranggi tingkat kemiskinan, krisis ekonomi dan keuangan, penyakit Aids, keamanan regional, pembangunan fisik, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia, emansipasi wanita dalam berbangsa dan bernegara termasuk berbagai konflik yang akhir-akhir ini terjadi di berbagai belahan dunia akibat masih eksisnya status quo dari sistem penguasa yang kadaluarsa dan tidak sesuai dengan zaman dan kepentingan global.

Sebagai bangsa yang berbudaya demokrasi kitapun memberikan selamat, profisiat dan bangga terhadap semua calon Presiden Republik di negara ini dimana partisipasi mereka bersama rakyat sejak hari pertama hingga saat ini telah menunjukkan kepada dunia bahwa Timor-Leste adalah negara baru tetapi mampu menjadi dewasa dan berani menjadi contoh berbudaya demokrasi, mampu menciptakan estabilitas dan keamanan nacional, mengakui dan mampu belajar dari negara-negara lain serta  mampu meyakinkan kawasan regional dan internacional bahwa negara kita pantas juga mendapatkan kepercayaan dari seluruh komunitas internacional karena telah menjadi  asset demokrasi, asset hak asasi manusia, asset perdamaian, asset toleransi dan keadilan, asset transparanci untuk mencapai suatu pemerintahan yang bersih serta bisa menjadi  asset  yang bermanfaat bagi kepentingan dunia dimasa-masa mendatang.

Sebagai negara baru kadang tampa sadar kita telah mencetak banyak kemajuan yang signifikan didalam negeri selama sepuluh tahun kemerdekaan, hal mana secara statistik diakui oleh masyarakat internacional melalui perserikatan Bangsa-Bansga, Bank Dunia dan organisasi-organisasi internasional terkait.

 Sebagai negara kecil dengan bangsa yang berjiwa Besar, kita terpanggil untuk berani mengakui dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa kita diberikan pemimpin-pemimpin yang unik, realistik, rendah hati, kharsimatik dan  mampu serta kita diberikan pemerintah yang berani bersatu dengan rakyat untuk membangung di semua sector walaupun terdapat berbagai tantangan yang sulit. Sebagai pemerintah yang berkuasa merekapun telah berbuat banyak di negeri ini selama masa berkuasa.

 Sebaliknya sebagai rakyat kita dituntut untuk berani menjadi pioner dengan semua kebanggaan untuk menjadi pemrakarsa mulai dari dalam keluarga hingga ke kampung-kampung, ke desa-desa juga di distrik-distrik  kita,  bahwa sebagai warga negara Aswa’in mari kita berevolusi menhidupkan pertanian kita seperti masa-masa lalu, membersihkan lingkungan hidup kita secara periodik tampa menunggu proyek kebersihan pemerintah, menjaga dengan baik semua fasilitas-fasilitas pemerintah, tempat ibadah atau gereja, semua fasilitas-fasilitas umum tampa menunggu proyek rehabilitasi pemerintah, memberantas bersama nyamuk-nyamuk yang mengancam kesehatan masyarakat, mari kita bersatu dengan kepala desa, bupati dan instansi-instansi terkait mensukseskan kepentingan-kepentingan umum dan lain sebagainya sehingga dengan demikian secara lansung kitapun telah berkontribusi setiap hari kepada bangsa dan negara melalui keberanian kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa orang timor tidak pernah bodoh dalam proses membangung bangsa dan negara.

Akhirnya kita yakin bahwa yang kita butuhkan hanyalah figur Presiden Republik yang mampu menjadi payung untuk memeluk dan melindunggi semuanya menjadi satu dan kuat dengan satu konsep nasional yang tanguh dalam menciptakan iklim dan budaya persatuan, perdamaian dan keadilan.

 jika kita berlaku jujur sepintas kita melihat kemenangan keempat figur terkuat yang meraih suara terbanyak pertama-kedua-ketiga dan keempat adalah merupakan kemenangan demokrasi dan kemenangan rakyat.

Kitapun mengakui bahwa  walaupun figur Nobel Perdamaian 1996 itu tergeser namun figur ini masih dibutuhkan oleh bangsa dan negara sebagai salah satu Bapak Bangsa yang concern dengan masa depan bangsa dan negara dalam lensa nasional dan internasional berdasarkan pada kemampuan karirnya yang berawal sebagai wartawan,diplomat berkaliber dunia, juru bicara CNRM-CNRT di diáspora selama 24 tahun, Nobel Perdamaian 1996, Menteri Luar Negeri, Perdana Menteri serta Presiden Republik juga diakui sebagai pendiri partai Fretilin dan veteran perjuangan kemerdekaan yang tanguh.  Figur Horta didepan rakyat adalah contoh keadilan dan perdamaian serta berani memaafkan lawan-lawan politiknya, guru dalam berdiplomasi untuk mempromosikan Timor-Leste ke dunia global serta  arsitek yang tetap memperjuangkan Timor-Leste sebagai asset penting untuk bergabung dengan ASEAN dalam perspektif masa depan mendatang.

Bagi kita, semua líder-lider bangsa dan negara adalah warisan kita yang sangat kita hormati dan banggakan tetapi Horta bagi kita adalah perpustakaan nasional dan internasional,  yang pasti masih dibutuhkan oleh  rakyat Timor-Leste dan komunitas internasional khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Penulis adalah alumni UNTIM baru tiba dari latin América dan saat ini tinggal di Manatuto.

Sem comentários:

Enviar um comentário

Nota: só um membro deste blogue pode publicar um comentário.