VISAO MISAO OBJECTIVO SPORTIMOR FH KKN HOME FH LPV ARTIGOS FH MUZIKA LIA MENON FH RESPONDE

quarta-feira, 10 de outubro de 2012

Pikiran dan Pesan-Pesan Rakyat Untuk Pemerintah


Sebagian Pikiran dan Pesan-Pesan Rakyat Untuk Pemerintah Konstitusional ke-V RDTL
(Kita menhormati, melindunggi dan mendukung Pemerintah tetapi juga mengontrol, mengoreksi, menkritik  dan memberikan  solusi demi masa depan Bangsa dan Negara)
Oleh: Samoro-Maliya’in
Oh Tuhan Yang Maha Kuasa, para Rasul dan seluruh Arwah beserta seluruh kekuatan Adat-Istiadat diatas tanah sakral ini,  dengan kemampuan intelektual kami masing-masing, dengan semua maksud baik kami masing-masing... Berkatilah dan Izinkanlah  kami terus menerus secara sangat positip berkonsep, berdiskusi dan bertindak sesuai dengan amanatMu yang engkau ajarkan melalui rakyatMu ini, untuk membangun bangsa dan negara yang Enkau titipkan lewat kami semua dari enclave Oe-Cussi ke Tutuala, dari pulau Jaco ke pulau Atauro, dari Manatuto hingga ke semua wilayah selatan untuk memiliki hanya satu Visi dan Misi menjadikan perspektif negara RDTL setelah tahun 2017 sudah bisa mulai mandiri diatas lima puluh persen, sehingga sisanya bisa dilengkapi oleh kerja sama lainya seperti dibidang Bilateral, Trilateral, Regional dan multilateral untuk mencapai sebuah bangsa dan negara yang berdaulat seutuhnya serta bisa duduk sama rendah dan  berdiri sama tinggi dengan semua bangsa dan negara-negara didunia.
 Pimpinlah pikiran-pikiran kami masing-masing; pimpinlah kesadaran, kesabaran dan toleransi  kami masing-masing; pimpinlah mulut, lidah, mata dan telingga kami masing-masing; pimpinlah semangat kerja, keberanian, kejujuran, keadilan, patriotisme dan nasionalisme kami masing- masing; pimpinlah daya kemampuan intelektual kami masing-masing harus bermuara pada kesadaran budaya moral yang tinggi dan beradab (civilizado) sebagai bangsa yang masih hidup dan berkembang identitas budayanya, masih hidup dan berkembang pembangunanya sesuai sasaran kebutuhan rakyat, agar bangsa dan negara ini terus  maju pelan-pelan tapi pasti, karena rakyat sendiri telah menjadi aktor-aktor utama yang mau belajar keras tampa pamrih; rakyat sendiri telah menjadi aktor-aktor yang sangat vokal didalam negeri; rakyat sendiri telah menjadi aktor-aktor konsep pembangunan bangsa; rakyat sendiri telah menjadi aktor-aktor utama yang sangat senang dan bangga bekerja  keras mengisi pembangunan disemua sector; rakyat sendiri telah menjadi aktor-aktor utama yang menjadi pemimpin pembangunan dalam arti yang luas mulai dari keluarga-keluarga dirumah, dikampung-kampung, didesa-desa, dikecamatan dan didistrik-distrik; rakyat sendiri telah menjadi aktor-aktor utama yang mengontrol lansung Parlemen Nasional; rakyat sendiri telah menjadi aktor-aktor utama yang membudayakan esensi dan substansi perdamaian didalam negeri; rakyat sendiri telah menjadi aktor-aktor utama yang mengontrol langsung Pemerintah dan seluruh Kedaulatan negara untuk mencapai suatu titik keseimbangan yang toleran yang bisa secara luas mengantarkan bangsa dan negara ke perspektif masa depan yang baik sesuai dengan visi dan misi serta tujuan maha besar yang tercantum didalam Undang-Undang Dasar kita (Constituição da RDTL ).
Kalau di belahan dunia lain Pemerintah adalah aktor utama yang dominan dan kadang otoriter dalam mengambil Keputusan-Keputusan  maka di Timor-Leste rakyat haruslah terus diberi kesempatan, diasah, ditantang dan dilibatkan untuk menjadi Arsitek utama konsep pembangunan untuk mendukung pemerintah menciptakan budaya stabilitas dan keamanan yang tertip dan tanguh secara luas serta berkesinambungan.
Kita semua yang hari ini diberi Kepercayaan oleh rakyat untuk duduk di kursi Pemerintah baik di Bidang Exekutif, Yudikatif dan Legislatif Pemerintahan, apakah yang harus kita sumbangkan secara nyata untuk bangsa dan negara dalam menyelesaikan dan menyeimbanggi masalah-masalah berat didalam negeri ini?
Masalah-masalah berat tersebut bisa diselesaikan dengan aman, tenang dan damai apabila terdapat keseimbangan antara kehidupan yang nyata dengan kehidupan di alam baka/Roh dan Arwah semua pendahulu kita. Artinya semua proses pembangunan disemua sector akan berhasil dengan baik apabila Pemerintah bersama seluruh rakyat sangup dan berani menciptakan kondisi tempat yang layak dan terhormat di seluruh lokasi peristirihatan terakhir. Para Arwah atau Roh tidak tenang dan marah jika kondisi lokasi kuburan terkesan tidak etis, tidak bermoral, amburadul, tidak ada aturan layaknya bangsa yang berbudaya dan beradab. Merekapun butuh penataan ulang menyangkut jarak antara kuburan yang satu ke kuburan yang lain hingga terkesan aman, nyaman dan damai serta penuh harga diri agar secara Spiritual mereka semua merasa dihargai, dilindunggi dan dihormati oleh bangsa yang masih hidup dan terus maju dalam pembangunan.
Negara ini sudah memiliki Institusi-Institusi Pemerintah, namun perlu dukungan keterlibatan kita semua untuk memperkuat sistem yang ada menjadi kuat, professional dan transparan untuk  mencapai budaya kinerja Pemerintahan yang berwibawa layaknya sebuah Negara, bukan sebuah propinsi diseberang lautan.
Keberhasilan-Keberhasilan signifikan yang dicapai sejak Pemerintahan pertama-kedua-ketiga dan khususnya ke-empat mulai dirasakan oleh kita semua khususnya dalam hal usaha berkelanjutan untuk membudayakan dan menumbuhkan dengan subur atmosfir perdamaian dan stabilitas, serta rasa percaya diri dalam kerja sama yang lebih luas dengan misi PBB maupun dalam kerja sama Bilateral-Trilateral-Regional dan Multilateral. Kita harus berani mengakui bahwa sedikit keberhasilan yang kita rasakan tersebut adalah merupakan hasil dari keberanian kita untuk mengakui kesalahan-kesalahan kita bersama, yang mengakibatkan terjadinya konflik-konflik interen yang sudah berlalu dan memulai halaman baru untuk memperkuat sistim managemen yang professional didalam institusi-institusi Pemerintah untuk mendukung pembangunan di semua sector dalam jangka panjang.
Keberhasilan-keberhasilan tersebut diatas telah sekali lagi meningkatkan kepercayaan atau confidence masyarakat internasional terhadap Timor-Leste karena suksesnya Pemilu Presiden Republik; Pemilihan umum untuk Parlemen Nasional; Pembentukkan Pemerintahan Konstitusional ke-V; perayaan hari Ulang Tahun ke-10 Restorasi Kemerdekaan RDTL 20 Mei 2012 yang dihadiri oleh ratusan delegasi dari berbagai belahan dunia termasuk Kepala Negara dari Portugal dan Indonesia; proses pengalihan kekuasaan secara demokratis dari Presiden lama ke Presiden terpilih; kunjungan Sekretaris General PBB Dr. Ban Ki-Moon untuk memperluas kerja sama yang lebih intensif dengan RDTL khususnya dibidang sumber daya manusia; kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Dr. Hillary Clinton sebagai bukti pengakuan akan proses demokrasi, hak asasi manusia, toleransi serta perkembangan managemen Pemerintahan yang baik penuh percaya diri serta solidaritas yang tinggi terhadap komunitas internasional dan usaha-usaha menanamkan sistim hukum dan pengadilan yang kuat serta kredibel dimasa depan; keprihatinan RDTL terhadap komunitas internasional dengan mendirikan kelompok G-7+ yang terdiri dari negara-negara post konflik untuk mendiskusikkan, mengidentifikasikan masalah-masalah stabilitas, rekonsiliasi, perdamaian, Politik, Sosial dan masalah ekonomi untuk diajukkan penyelesaian bersama dengan komunitas internasional melalui negara-negara donator di Perserikatan Bangsa-Bangsa; pengakuan akan persiapan-persiapan dini menuju berakhirnya misi PBB di Timor-Leste hal mana perlu dipertimbangkan agar pada saat acara puncak penarikkan misi PBB tersebut perlu dihadiri oleh seluruh negara-negara anggota PBB sebagai sebuah Syukuran besar terhadap Tuhan yang Maha Kuasa atas keberhasilan PBB di dunia untuk pertama kalinya di Timor-Leste.
 Keberhasilan misi PBB di Timor-Leste harus merupakan referensi sejarah terpenting yang timbal balik, hal mana keberhasilan itu pun harus terjadi didalam Markas PBB sendiri untuk berani melakukan reformasi didalam Dewan Keamanan PBB itu sendiri agar bisa menyelamatkan dunia dari Perubahan cuaca global; kekeringan; bencana alam yang drastic; wabah penyakit yang mematikan jutaan manusia;  konflik dan perang yang semakin sulit diselesaikan; kemiskinan yang sangat serius; kelaparan; penderitaan; ketakutan; penindasan; trafik manusia; Hak Assai Manusia; Demokrasi; Keadilan; proses dekolonisasi; stabilitas; rekonsiliasi; perdamaian; toleransi; perspektif instabilitas regional  dan lain-lain yang hanya bisa diselesaikan apabila ada dialog dari hati-ke hati; ada dialog dari etnis ke etnis yang lain; ada dialog  dari agama ke agama yang lain; ada dialog dari budaya ke budaya yang lain; ada dialog  dari peradaban ke peradaban yang lain demi mensukseskan toleransi dan perdamaian dunia untuk mendukung dan memperkuat misi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bermarkas di New York, Amerika Serikat.
Masalah-masalah  dunia internasional hanya bisa dioptimalkan penyelesaianya apabila terdapat dialog serta intervensi yang efektif dan pro-aktif dari PBB dengan cara merombak kepentingan ekonomi dan politik didalam Dewan Keamanan PBB dengan melibatkan semua benua; semua organisasi regional; semua agama untuk menjadi satu tim kerja bagi stabilitas dan perdamaian dunia demi memperkuat kejayaan PBB itu sendiri dimata masyarakat internasional. Abad ke-21 haruslah menjadi abad perdamaian dan bukan abad konflik dan perang yang memprihatinkan.
Disamping keprihatinan kita terhadap situasi dan kondisi dunia kitapun dihadapkan pada situasi dan kondisi real dinegara kita yang menuntut kita untuk berperan aktif menganalisa, berkonsep serta melakukan research/ penelitian micro dan macro economi untuk  mendukung Pemerintah mencapai kepemilikkan mata uang tersendiri; mengatasi kurangnya lapangan kerja yang masih sangat drastic; menguranggi angka Kemiskinan yang saat ini semakin naik  dan melampaui batas nilai lima puluh persen; menolak import pornografi yang bertujuan menyerang dan menhancurkan moral budaya semua generasi muda; menciptakan kondisi yang efektif untuk menguranggi meningkatnya prostitusi;  menciptakan kondisi yang pro-aktif didalam negeri untuk menguranggi meningkatnya virus HIV; menciptakan kondisi dan system yang baik, professional, transparan dan tegas secara hukum untuk menyelesaikan masalah pelayanan rumah sakit yang jatuh bangung dan macet-macet akibat mentalitas dan kesadaran individu; mereformasi sistim pelayanan kesehatan sesuai dengan ketegasan Undang-Undang serta menciptakan banyak insentif yang positip dan rasional untuk kesejahteraan Dokter, Mantri, Tenaga Medis serta semua perawat  agar tidak berbisnis melalui klinik-klinik tetapi lebih mencintai pelayanan kemanusiaan mulai dari tingkat Kampung, Desa, Kecamatan hingga ke distrik-distrik agar kepentingan kesehatan masyarakat adalah masalah vital berbangsa dan bernegara; menciptakan program penyemprotan nyamuk dari pemerintah secara periodik dikampung-kampung, didesa-desa, diKecamatan serta di distrik-distrik; menciptakan kondisi yang berstandard internasional untuk menhentikkan rujukkan pasien-pasien ke rumah sakit di Denpasar, Surabaya, Singapura dan Darwin untuk menhentikkan terpentalnya ratusan juta uang setiap bulan dan setiap tahun ke luar negeri;  memprakarsai semangat juang baru bagi seluruh rakyat dengan melakukan kunjungan Dokter-Mantri-Paramedis-dan Perawat ke rumah-rumah masyarakat yang memiliki masalah kesehatan secara berkala dan berkelanjutan terutama bagi rakyat yang tinggal didaerah pedalaman yang sulit dijangkau; mensubsidi semua obat-obatan import sambil mempersiapkan Sumber Daya Manusia dan peralatan berteknologi untuk produksi obat-obatan didalam negeri; menciptakan sistim kontrol yang kuat terhadap harga pasar didalam negeri;  memulai pendidikkan moral, norma, etiket serta memperkenalkan pendidikkan sexual dan konsekuensi-konsekuensinya yang merusak pribadi sebagai manusia melalui media audio visual seperti RTTL secara berkelanjutan untuk menyadarkan bangsa dan Negara;  mengaktifkan semua post-post polisi selama 24 jam disemua kota;   mendatangkan tenaga PPL dan PPS dari Negara lain seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam dan Cuba  untuk membantu masyarakat tani mengaktifkan ratusan ribu  hektar lahan pertanian untuk mensukseskan politik Pemerintah dalam mencapai target swasembada pangan serta mendukung perspektif keseimbangan export-import diTimor-Leste; membangun bendungan-bendungan  raksasa yang strategis di Watulari,  Watukarbau, Laga, Laclo dan Loes/Maliana, untuk  menampung jutaan ton air dari sungai, danau, air terjun, air hujan untuk mendukung sector pertanian, Perikanan air tawar, Perkebunan tanaman keras lainya yang bisa meransang pertumbuhan industri-industri  makanan dan minuman  di Timor-Leste dalam target menambah devisa negara melalui kwalitas ekspor; menciptakan Institusi Nasional dibidang Hidraulik (hidrolik) yang menangani penelitian ilmiah/study kelayakan bagi potensi pemanfaatan air setiap detik di negara RDTL melalui aliran sungai-sungai, air hujan, danau dan air terjun untuk mendistribusikan air diareal pertanian, kehutanan dan Perikanan;   menciptakan politik subsidi yang seimbang untuk mendistribusikan Gas, batu bara dan galong Gas bagi masyarakat untuk memasak agar menhindari penebangan pohon-pohon digunung-gunung dan dihutan-hutan  secara liar karena factor ekonomi; menciptakan Undang-Undang yang sangat tegas tentang pelarangan penebangan pohon/hutan dan pembakaran hutan dan gunung; membudayakan insentif besar-besaran bagi masyarakat untuk menanam ratusan ribu pohon secara berkelanjutan untuk mendukung sector Pariwisata Timor-Leste yang ramah lingkungan; merekrut dan melakukan pelatihan didalam negeri dan diluar negeri bagi ribuan Polisi Kehutanan untuk melindunggi hutan dan cagar alam; menciptakan Undang-Undang baru tentang pelarangan pemotongan sapi betina agar mendukung proses pertumbuhan sapi dan kerbau di Timor-Leste sehingga bisa menyediakan susu sapi segar untuk industri susu murah dan berkwalitas bagi pertumbuhan anak, ibu hamil dan lanjut usia, memproduksi Ice Cream, Keju, Mentega didalam negeri; mensubsidi daging kerbau agar dapat dijangkau daya belinya oleh masyarakat; menciptakan sistem kontrol yang baik serta subsidi bagi semua perdagangan buku-buku ilmu pengetahuan termurah bagi siswa, pelajar, Mahasiswa dan masyarakat demi mendorong tercapainya kwalitas sumber daya manusia di berbagai disiplin ilmu; menginvestasikan anggaran yang lebih besar dibidang pendidikan dengan membebaskan pembayaran bagi taman kanak-kanak, SD, SMP dan SMA serta mengutamakan kwalitas pelajar, baik kelakuan dan kemampuanya; menciptakan undang-undang pelarangan keras pemukulan guru oleh pelajar maupun pemukulan pelajar oleh guru;  mendatangkan ahli-ahli sejarah terbaik dari negara lain untuk memulai penelitian berjangka panjang di bidang sejarah dan Kebudayaan Timor-Leste untuk membangkitkan kebangaan rakyat dan generasi muda tentang Identitas budaya bangsa; membangun taman hiburan seperti Ancol di Jakarta (parque de divertimento publico) di ke tiga belas kota madya untuk bisa menhibur masyarakat secara jiwa dan raga serta mendukung sector pariwisata; membangun  sarana wisata seperti SKY VIEW yang berjalan melalui kabel listrik memanfaatkan topografi bergunung-gunung di sekeliling kota Dili- Subaun Manatuto-Aileu-Maubisse-Matebian-Ramelau-Kablaki dan lain-lain untuk menarik wisatawan; mengantikkan pelabuhan laut di Dili sebagai pelabuhan berwisata ke Atauro, Jaco dan Darwin serta memindahkan pelabuhan ekspor-import ke Kairabela atau Laga; menciptakan Undang-Undang baru agar semua bongkar muat serta transportasi Konteiner hanya bisa dilakukan pada malam hari untuk menhindari kemacetan lalulintas serta kecelakaan; mengaktifkan pemungutan retribusi sangat murah di parkir-parkir umum;
mendirikan gedung-gedung sekolah Portugues Rui Cinatti serta apartemen bagi guru-guru di semua distrik oleh Pemerintah RDTL serta mendatangkan sebagian guru dari Portugal dan Brazil untuk bergabung dengan guru-guru lokal di Timor-Leste dalam membangun generasi muda di Timor-Leste. Gedung-gedung sekolah Portugues tersebut bisa diberi nama para Pahlawan perjuangan Kemerdekaan atau figur religious, figur guru terbaik ataupun tokoh masyarakat yang telah gugur dan patut menjadi contoh bagi rakyat di masing-masing distrik dalam bidang pendidikan; mendirikkan ratusan ribu perumahan moderen yang ramah lingkungan di Timor-Leste untuk kemudian dikreditkan dengan jangka waktu 30 tahun kepada semua PNS, F-FDTL, PNTL, Pejabat Negara, Diplomat, dan masyarakat umum, dengan jangka panjang agar bisa mulai mensirkulasikan uang didalam negeri serta menguranggi terpentalnya semua devisa negara keluar negeri; mendirikan penginapan dinas Wisma Protokol negara (casa do Protocolo) di tiga belas distrik untuk menerima semua tamu Negara yang berkunjung ke RDTL bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar negeri untuk menangani masalah managemen penginapan Wisma Protokol negara yang berada di ke tiga belas distrik/ke tiga belas kota madya; mengangkat Menteri Sekretaris Negara Urusan Protokol Negara untuk memantapkan penampilan kesan Kenegaraan dalam aspek yang sangat luas; menyelesaikan penyusunan Manual Protokol Negara bersama Parlemen Nasional setelah ada proposal Undang-Undang baru dari Pemerintah Konstitusional ke-V; mendirikan Politeknik untuk melatih puluhan ribu generasi muda dibidang Pariwisata seperti hospitality dan gastronomi bertaraf nasional dan internasional; mendirikan Gedung Pusat Seni Nasional untuk memasarkan semua hasil karya seni nasional berupa gambar, patung serta souvenir-souvenir lainya dari semua pelukis, pemahat, penenun kain Tais dari ke-tiga belas distrik guna menarik wisatawan manca Negara yang berkunjung ke Timor-Leste; menciptakan sistim yang efektif, efisien, informatif serta pro-aktif antara Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama dengan semua Kedutaan Besar RDTL di luar Negeri, untuk memantapkan dan mengembangkan hubungan luar negeri antara Timor-Leste dengan seluruh dunia khususnya dengan negara-negara yang memiliki Hubungan Diplomatik dan Hubungan kerja sama Bilateral, Regional, Trilateral dan Multilateral; mempercepatkan dilengkapinya Kedutaan Besar RDTL di semua negara anggota ASEAN sambil melanjutkan negosiasi yang pro-aktif untuk integrasi kedalam organisasi regional ASEAN dengan syarat meningkatkan keanggotaan Timor-Leste dari posisi Observer naik menjadi  Anggota Bersyarat hal mana sambil memberikan kesempatan bagi RDTL untuk membangun disemua sector strategis, serta dalam waktu yang sama memiliki hak dan kewajiban untuk  berpartisipasi, memberikan saran, nasehat, solusi dan lain sebagainya didalam setiap pertemuan ASEAN, hanya saja posisi kita belum bisa memberikan suara ataupun ikut memutuskan hingga tidak menganggu target pelaksanaan politik ASEAN yang akan dimulai pada tahun 2015 dalam menjalangkan reformasi dibidang ekonomi, Sosial dan politik. Dengan cara demikian maka secara lansung atau tidak langsung confidence building yang dibangung selama masa Keanggotaan bersyarat tersebut, sama sekali tidak mempengaruhi secara negative terhadap organisasi ASEAN sebaliknya mempersiapkan Timor-Leste secara mantap sebelum masuk menjadi keanggotaan ASEAN sepenuhnya dimasa depan. Keanggotaan Bersyarat tersebut juga, menuntut semua anggota ASEAN untuk membantu pembangunan RDTL dalam meningkatkan Confidence Building diwilayah regional serta menhindari Timor-Leste sebagai negara Inggris di benua Eropa dalam perspektif masa depan yang masih panjang jika dpandang dari lensa analisa geo-strategis dibidang ekonomi maupun politik.
Selain sebagian pikiran-pikiran dan pesan-pesan kita diatas, kita juga ingin memberikan sumbangsih pikiran kita kepada Bangsa dan Negara mengenai efekticvitas dan efisiensi satu Visi dan satu Misi serta hubungan kerja sama yang damai dan solid antara para penguasa di negeri ini didalam bingkai sistim Pemerintahan kita yang semi-Presidensial. Apakah perlu direvisi ataukah bisa diganti suatu saat nanti dengan sistim Presidensial? Mengingat karakter kita yang  bertemperamen tinggi, keras kepala dan sulit menhapuskan dendam adalah merupakan faktor-faktor yang bisa ikut mewarnai keputusan penting bagi bangsa dan negara dengan segala konsekuensi-konsekuansinya.
 Apabila sistim semi Presidensial adalah merupakan alasan  mendasar di negeri ini untuk sekedar pembagian Kekuasaan namun pernah dan sering terjadi gangguan stabilitas politik yang berpengaruh lansung terhadap kemajuan negara,  maka opsi kita ke perspektif masa depan adalah merevisi Konstitusi, melakukan study kelayakan bagi probabilitas Referendum untuk mendirikan sistim Presidensial yang lebih efektif dan lebih efisien dalam mengatur bangsa dan negara yang berpenduduk satu juta lebih dan berada diantara dua raksasa Goliat yang sangat berpotensi dalam arti yang sangat luas di asia dan pacific.
 Saat ini kita memiliki Presiden Republik dan Perdana Menteri yang bisa duet bersama seperti sekarang, sesuai dengan iringan pantung-pantung rakyat serta puisi-puisi rakyat dan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh rakyat di negeri ini. Namun hal tersebut tidak bisa dijamin apabila keperspektif masa depan terpilih figur-figur yang sulit bersatu seperti minyak dan air,  maka yang terus menjadi korban adalah rakyat itu sendiri yang berpotensi memunculkan krisis politik, krisis keamanan dan krisis kepemimpinan yang bisa menggangu komunitas internasional, walaupun semua krisis itu, sifatnya cepat berlalu. Kita berharap bahwa apapun sistim Pemerintahan kita, baik semi-Presidensial atau berubah ke sistim Presidensial maka figur seperti Kay Rala Xanana masih tetap dibutuhkan untuk melanjutkan sebagai Kepala Negara/Presiden Republik yang memimpin langsung Kabinet roda Pemerintahan, atau kembali ke kursi Kepresidenan dengan sistim semi-Presidencial jika itu adalah Kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa beserta seluruh Kekuatan Adat Istiadat kita yang diputuskan melalui Suara Rakyat.
Perlu diakui juga bahwa sejak Pemerintahan Konstitusional ke-1, ke-2, ke-3 dan lebih khususnya ke IV telah melakukan banyak kemajuan signifikan walaupun masih harus terus bertempur dalam memperbaiki dan mengisi pembangunan di semua sector. Adapula hal-hal  yang membuat kita merasa bingung dan prihatin adalah keputusan-keputusan tertentu, dimana figur-figur pejabat Pemerintah yang sangat mampu, berani, beradab dan berpengalaman diragukan dan dikeluarkan;  KKN sudah membudaya disemua institusi Pemerintah; banyak oknum Direktur dan lain-lain suka menerima uang sogok; bahan-bahan bangunan didatangkan dari negara lain; Perusahaan nasional yang menang tenderisasi proyek pemerintah suka menjual proyeknya ke perusahaan asing karena takut, malas dan  tidak mampu;  banyak perusahaan lokal hanya punya papan nama tapi tidak punya kantor juga tidak punya staff dan tetap dapat proyek musiman dari Pemerintah akibatnya banyak pengusaha local sulit menjadi professional dan bertanggung jawab; ratusan Registrasi perusahaan asing mengunakan nama orang local tapi pemilik perusahaan sesunguhnya adalah orang asing; KAK suka berkokok tapi belum punya sistem yang lebih efektif untuk lansung SKAK aktor-aktor koruptor; kita suka saling menkritik tetapi jarang memberikan penyelesaian; Timor-Telekom milik Portugal; BNU milik Portugal; Bank Mandiri milik Indonesia; ANZ milik Australia dan Selandia Baru; Kapal Fery milik German; Sembilan bahan pokok milik negara lain;  Kapal-Kapal Komersial milik Negara lain;  jasa penerbangan Merpati dan Batavia milik Indonesia;  Airnorth milik Australia; Silk Air milik Singapore; Timor Air milik Australia;  eksplorasi minyak dan gas di laut Timor dikendarai  Australia, hal mana ada isu di internet,  jika nantinya bisa dibuktikkan kebenaranya,  maka perlu dilakukan investigasi serius dan mendalam oleh masyarakat internasional untuk membongkar pembelotan ratusan juta Dollar yang menhilang sejak sepulu tahun terakhir dan perlu diajukkan ke Pengadilan Internasional di Belanda untuk diadili serta dikembalikkan seluruhnya kepada Pemerintah dan Rakyat Timor-Leste guna mendukung pembangunan serta mendukung bantuan kemanusiaan terhadap negara-negara yang mengalami bencana alam atau negara-negara miskin;  produk-produk electronic milik Negara lain; BBM dan Gas milik Negara lain; Undang-Undang pelarangan penjualan tanah ke orang asing ada tapi belum serius dan kuat;  persyaratan pengakuan pemerintah RDTL untuk menerima warga asing menjadi warga negara Timor-Leste terlalu mudah dan terlalu singkat jika dibandingkan dengan banyak negara didunia, sehingga tendensius orang asing (misalnya China) untuk menguasai Timor-Leste secara ekonomi terkesan sangat cepat,  memanfaatkan kelemahan kita dibidang ekonomi serta kelemahan kita dalam mengontrol KeImigrasian dan Bea Cukai hal mana semakin menguntungkan mereka untuk membeli ratusan hektar tanah dari rakyat miskin setelah kawin dengan penduduk lokal sebagai proses akulturasi budaya China di Timor-Leste kemudian mungkin mendapatkan bantuan kredit dari Bank di China untuk membangun, membuka lapangan kerja sekaligus menguasai Timor-Leste  untuk selama-lamanya.
 Apabila Rakyat bersama Pemerintah RDTL tidak mengantisipasinya dari sekarang,  maka yang akan terjadi dimasa depan nanti adalah munculnya komunitas raksasa China berwarga negara Timor-Leste yang akan tampil melalui partai politik yang memiliki banyak uang untuk menguasai massa, serta memimpin negara RDTL suatu saat nanti dengan  memanfaatkan hak dan kewajiban yang dijamin didalam Demokrasi dan Hak Asasi Manusia untuk tampil serta untuk menguasai asia dan pacific sehingga bisa menjadi tantangan besar  bagi Timor-Leste sendiri serta menjadi ancaman besar bagi negara tetangga lainya seperti Australia dan Indonesia.
Sejarah perang dunia ke-II yang terjadi antara tahun 1942-1945, telah membuktikan bahwa pulau Timor adalah merupakan tembok penhalang besar bagi negara manapun untuk menyerang Australia jika datangnya dari asia tengara. Tujuan China untuk menguasai Timor-Leste tersebut akan lebih berhasil jika Pemerintah RDTL mengizinkan Bank komersial dari China untuk beroperasi di Timor-Leste hal mana mendukung usaha apa saja yang di dirikan oleh komunitas China berwarga negara RDTL untuk menguasai Timor-Leste seperti apa yang pernah terjadi di Indonesia khususnya di pulau Jawa (Jakarta) pada bulan Mei tahun 1997 dengan memuncaknya penyerangan dari penduduk local terhadap bangsa Tionhoa di Jakarta hingga berakhir dengan krisis ekonomi di Indonesia saat itu.
Untuk mengantisipasi perspektif politik China tersebut di asia tengara serta khususnya pada posisi geografis Timor-Leste yang menantang dan meransang analisa geo-strategi-geo-politik dan geo-ekonomi tersebut maka beralasan juga ditariknya atau mundurnya  keanggotaan Australia dari anggota Batas-Batas Maritime Internasional beberapa tahun yang lalu oleh Pemerintah Australia, agar ke perspektif masa depan Australia tidak dikondisikan terjepit dalam urusan lalulintas kapal-kapal perang yang melaju keluar masuk diperairan Timor-Leste yang berbatasan langsung dengan yurisdiksi perairan Australia untuk menhadapi musuh yang bisa datang dari Asia dalam arti yang sangat luas.
 Dalam pandangan tersebut adalah wajar sekali didirikannya Basis Militer Amerika di Northern Territory dengan Kapal Induk yang sangat cangih serta kunjungan oficial untuk pertama kali dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat  Madam Hillary Clinton,  ke Timor-Leste bisa juga merupakan langkah pemantapan zona strategis bagi asia dan pasifik  bersamaan dengan pengamatan akan persiapan  penutupan misi PBB di Timor-Leste, serta pengamatan akan ketegangan Jepan dan China menyangkut pulau kecil Shankoku yang disenketakan, ketegangan China dengan Taiwan, Ketegangan antara Korea Utara dengan Korea Selatan serta menyambut dengan penuh harapan akan perubahan signifikan didalam Myanmar sendiri menuju keperspektif negara sosial Demokrat dimasa depan maupun hubungan kerja sama latihan militer bersama antara Indonesia, Australia mungkin juga termasuk Amerika Serikat dilaut Arafura atau di wilayah-wilayah perairan, udara dan territori strategis lainya.
Strategi China, Australia dan Amerika Serikat  diatas, bukanlah kesalahan kita, tetapi harus diakui bahwa Kemerdekaan kita berpapasan dengan era globalisasi abad ke-21, dengan berbagai tantangan konsekuensi yang cukup  besar dengan kepentingan multi interest dari seluruh dunia.
 Yang harus kita merespon sekarang adalah menhasilkan ratusan ribu Sumber daya manusia diberbagai bidang dengan cara memanfaatkan tingkat populasi GENERASI MUDA yang sangat tinggi di Timor-Leste (diatas 50 %) diberikan insentif yang besar guna menjawab dan menyeimbanggi kepentingan-kepentingan multi-interrest diatas sebelum bangsa lain berhasil menguasai kita secara politik dan ekonomi.
Untuk itu mari kita hindari dan hapuskan semua maksud negatif perorangan, kelompok kecil ataupun dalam kelompok yang sangat besar jika ada yang ingin menganggu  stabilitas nasional setelah misi PBB selesai di Timor-Leste pada bulan Desember tahun 2012.
 Semua masalah kecil-sedang-dan besar yang terjadi di Timor-Leste selama ini, adalah merupakan karakter daripada sebuah negara post konflik yang menguntungkan kita, karena sangat dinamis bergerak kedepan hingga akan berlalu suatu saat tampa kita sadari.
Untuk menjawab masalah-masalah tersebut tidak perlu mengunakan gerakan Kaum Nasionalisme dan Patriotisme radikal di Timor-Leste, tidak perlu membentuk kelompok-kelompok bersenjata yang notabene menurut issue yang beredar, berani mengeksekusi siapa saja yang diangap bersalah dan melawan seperti cerita sadis regim militer di Libya atau Saddam Hussein di Iraq, yang akhirnya harus jatuh dan runtuh bersama bintang-bintang kebanggaanya yang dipasang oleh rakyat dipundaknya selama masa berkuasa!
 Bersama rakyat, Kita sama-sama kuat dan keras, serta kita sama-sama lemah didepan hukum! Sesunguhnya cukup melalui perang dialog (batalha de ideias)  kita lakukan perubahan positip bersama, dengan mengunakan kendaraan demokrasi timorese yang unik serta hak Asasi Manusia dan harga diri,  kita tunjukkan kepada Indonesia dan Australia serta seluruh komunitas internasional bahwa orang Timor kapanpun dan dimanapun tidak pernah bodoh,  karena berani mengakui kelebihan bangsa-bangsa lain diseluruh dunia.
Akhirnya,   a Luta Continua!  sebuah pelukkan hangat dengan segala kerendahan hati dari  SAMORO-MALIYA’IN,  alumni UNTIM tinggal di Manatuto. 

Sem comentários:

Enviar um comentário

Nota: só um membro deste blogue pode publicar um comentário.