VISAO MISAO OBJECTIVO HAKSESUK BOLA FH KKN HOME FH LPV ARTIGOS FH MUZIKA LIA MENON FH RESPONDE
Bloku Unidade Popular Associação Popular Monarquia Timorense Kmanek Haburas Unidade Nasional Timor Oan Partido Esperança da Pátria Partido Socialista de Timor Partido Desenvolvimento Popular Congresso Nacional para a Reconstrução de Timor-Leste Partido Republicano União Democrática Timorense Partido Democrata Cristão Partidu Movimento Libertasaun Povu Maubere Partidu Libertasaun Popular Partido Democratico União Nacional Democrática de Resistência Timorense Partido Unidade Desenvolvimento Democrático Partido Timorense Democratico Frenti-Mudança Partido Social Democrata Centro Ação Social Democrata Timorense Partido do Desenvolvimento Nacional Frente Revolucionaria de Timor-Leste Independente
NICOLAU LOBATO
“O povo de Timor-Leste está reconstruindo com o seu próprio suor, com o seu próprio sangue uma pátria revolucionaria democrática, uma terra livre para gente livre”.

Espelho da Realidade
A Esperança Nunca Morre
TIMOR-LESTE



Interview with Fernando Lasama de Araujo: On the road to democracy, where the streets have no name
POVU NIA LIAN
Bazeia Polemika Iha Publiku, Deputadu sira Kansela Leilaun Prado
Estraga Karreta 12, MUTL Husu PNTL Investiga
Membru PNTL Asalta UNTL
Lejislatura Da-haat Mak Sei Ezekuta Kareta Prado

 
 
   

quinta-feira, 30 de setembro de 2010

XANANA: ANTARA POLIGAMI DAN MONOGAMI DALAM PEMILU 2012

*) Jose Maria Guterres

.

Pemilu masih menyisakan dua setengah tahun, akan tetapi Perdana Menteri Xanana Gusmao telah meramaikan panggung politik nasional dengan pernyataan politik yang sensasional ketika menghadiri Kongress Luar Biasa Pendirian Kelompok Pemikir/Think-Thank Partai CNRT (Kongresu Extra-Ordinario ba Estabelesementu Klibur Profesionais Partidu) CNRT di gedung Dili Convention Center (DCC), Mercadu Lama, Sabtu (18/09/2010). Dalam kongres tersebut, PM Xanana selaku Presiden CNRT membuka kongresu Extra-Ordinario ba Estabelesementu Klibur Profesionais Partidu CNRT dengan pidato politiknya. Dari pidato itu munculah pernyataan “tempu ona CNRT prepara an ho didiak atu manan maioria iha elisaun jeral 2012, hodi salva povu husi ki’ak no lori povu ba dezenvolvimento. Sehari setelah pernyataan PM Xanana di media massa, Saya teringat cerita seorang teman. Pada saat itu dia bercerita kepada saya bahwa waktu PM Xanana mengunjungi Sub-Distrik Baguia dalam rangka menyampaikan program PEDN (Plano Strategiku Dezenvolvimento Nasional atau Rencana Strategis Pembangunan Nasional), kebetulan teman saya itu ikut dalam rombongan Xanana. Ketika dia melihat antusiasme dan ratusan ribu lautan manusia Baguia baik: tua-muda-perempuan-laki-laki dan anak-anak menyambut serta menanduk Xanana bagaikan raja. Luar biasanya lagi masyarakat dengan begitu tertib dan disiplin mendengarkan presentasi Xanana dari awal hingga selesai.

.

Melihat kejadian tersebut, teman saya langsung bercerita via short message/pesan pendek/sms kepada salah seoarang temannya, yang juga adalah teman seperjuangan Kayrala Xanana Gusmao waktu mereka masih bersama-sama bergerilya di hutan belantara “Kaiserulale”. Jawaban dari teman Xanana itu begini: “ibarat dalam sebuah pertandingan, wasit belum meniup peluit jalannya pertandingan, Xanana telah menendang bola ke arah gawang lawan dan langsung memenangi pertandingan. Merujuk kembali pada pernyataan Xanana di gedung Dili Convention Centre (DCC) beberapa waktu lalu dan perbandingan jawaban sms diatas, kalau diperkenankan saya menyimpulkannya begini “ibarat sebuah perang, sebelum pertempuran dimulai, Xanana telah memenangkan peperangan”.

.

Dua hari kemudian mulai muncul tanggapan beragam dari mitra koalisi AMP antara lain: (partai ASDT, PSD, PD dan UNDERTIM). Menurut Presiden PD, Fernando Lasama: “PD mos nia pozisaun katak hakarak atu ukun mesak, laos CNRT deit”. Sementara dari ASDT “prinsipiu deklarasaun PM Xanana nian ne’e klaru maibe AMP nia programa nian ne’e la’os CNRT nia programa mesak, ne’e partidu koligasaun nia programa hotu” sedangkan bagi UNDERTIM (Renan Selak) “durante AMP nia ukun ami sempre akompanha malu maibe ho hanoin nebe la hanesan husi partidu sira entaun iha 2012 desidi atu lao mesak”. Menurut Hermens Baros, perwakilan dari PSD “PSD mos hakarak ukun mesak maibe kuando iha 2012 mak laiha partidu ida maka manan maioria absoluta, PSD iha korajen nafatin atu halo koligasaun ho partidu seluk”. Timor Post, Senin (21/09/2010).

.

Tentu saja Xanana memiliki alasan mengapa ia sangat percaya diri mengeluarkan pernyataan politik yang begitu bombastis dan ambisius. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pernyataan Xanana yaitu pertama, Xanana baru sadar bahwa poligami politik yang dia lakukan bersama AMP tidak efektif dalam konteks stabilitas pemerintahan. Ibaratnya Xanana mempunyai empat istri. Setiap istri memiliki kehendak dan selera yang berbeda, untuk itu Xanana harus menyesuaikan diri dengan ke empat istri yang berbeda haluan itu. Sama seperti setiap partai memiliki pandangan dan kepentingan politik yang berbeda-beda sehingga menyebabkan koalisi menjadi rentan. terbukti selama ini ada saja menteri dan sekretaris negara yang berjalan sendiri-sendiri dan kadang-kadang mereka tidak mengindahkan orientasi dari PM Xanana. Contoh, beberapa waktu lalu Xanana hampir memecat salah satu menterinya gara-gara menteri bersangkutan memintah para duta besar TL yang berada di luar negeri untuk tidak menghadiri pertemuan dengan mitra donatur di Dili. Dan masih ada banyak kejadian-kejadian paradoksal yang terjadi selama tiga tahun lebih Xanana memimipin AMP. Paradoks-paradoks inilah yang membuat Xanana pusing tujuh keliling sehingga membuat Xanana memutuskan poligami politik AMP di pengujung 2012.

.

Kedua, CNRT bagai gadis cantik perawan” yang membuat semua orang berbondong-bondong datang untuk merebut dan ingin mendapatkannya. Gadis cantik perawan ini terbukti menarik simpati ratusan orang saat membentuk “Kongresu Extra-Ordinario ba Estabelesementu Klibur Profesionais Partidu CNRT) di gedung Dili Convention Center (DCC) beberapa waktu lalu. ketika Xanana mendirikan partai CNRT pada tahun 2007, dalam banyak kesempatan Xanana menyatakan bahwa CNRT bagaikan proyek politik atau partai situasional dan bukan partai permanen. CNRT lahir karena partai historik Fretelin selama pemerintahannya tidak mampu memelihara dan mempertahankan simpati/kepercayaan rakyat maubere yang telah mereka berikan kepada partai bersejarah tersebut. Masih segar dalam ingatan publik, selama pemerintahan Fretelin, perdana mentri DR Mari Alkateri selalu menciptakan konfrontasi-konfrontasi dengan Presiden RDTL, (waktu itu masih dijabat oleh Xanana Gusmao), hirarki gereja Katolik, partai oposisi, masyarakat madani, veteranu-klandentina dan internal partai sendiri. Peristiwa paling klimaks dalam sejarah pemerintahan Fretelin adalah krisis politik-militer tahun 2006. dari krisis nasional inilah yang memaksa DR Mari Alkateri selaku perdana mentri waktu itu untuk meletakkan jabatannya sebelum masanya berakhir. Krisis inilah yang mengusik hati Xanana untuk menghidupkan kembali CNRT.

.

Dalam teori politik, bila suatu partai ingin meraup suara terbanyak dalam pesta demokrasi (pemilu), setidaknya memiliki dua hal yaitu satu figur, kedua fasilitas. Xanana memenuhi dua kriteria diatas. Bila kita flash back ke belakang pada pemilu 2007, dalam kurun waktu kurang lebih satu setengah bulan, Xanana berhasil mendirikan atau menghidupkan kembali CNRT sebagai sebuah partai politik untuk berkompetisi pada pemilu 2007. hasilnya luar biasa. Partai CNRT pimpinan Xanana sebagai pemenang pemilu nomor dua (2) dengan 18 kursi di parlemen. Figur pribadi Xanana sangat menonjol pada saat itu, tidak ada embel-embel lain. Figur Xanana karena Xanana bukan Xanana karena yang lain. Atribut yang melekat pada diri Xanana pada pemilu 2007 adalah: Eis Commandante in Chefe das Falintil, pahlawan kemerdekaan, simbol unidade nasional dll. Semua atribut diatas diberikan oleh masyarakat Timor-Leste dan komunitas internasional atas jasa-jasanya dalam mengantarkan TL menuju sebuah negara merdeka dan berdaulat.

.

Untuk memenangkan pemilu di suatu negara, menurut para ahli ilmu politik moderen, perilaku pemilih dipengaruhi oleh tiga karakteristik yaitu pertama, figure/figur, kedua, emotional connection/hubungan emosional dan ketiga programm/program. Dalam konteks Timor-Leste faktor figur dan hubungan emosional sangat menentukan karena masyarakat kita masih sangat paternalistik sementara faktor program cocok bagi negara-negara yang sudah matang secara politik. Pertama, figur Xanana akan sangat menentukan pada pemilu 2012 nanti. Karena setelah era Xavier do Amaral dan Nicolau Lobatu, figur Xanana begitu menonjol dalam proses perjuangan menuju kemerdekaan. Nama Xanana begitu mendunia, baik di tingkat nasional maupun internasional. Modal Xanana sebagai pejuang dan pahlawan kemerdekaan membuat dia dengan begitu mudah memenangkan pemilu presiden pertama di Timor-Leste dengan satu putaran dan suara mayoritas.

.

Kedua, faktor emotional connection/hubungan emosional. Seseorang dapat memilih partai tertentu karena orang tersebut mempunyai ikatan khusus dengan partai atau orang tertentu. Sama seperti masyarakat Aileu, Turiscai dan daerah sekitarnya memiliki ikatan emosional dengan Avo Xavier do Amaral. Fretelin menang dengan suara mayoritas pada pemilu legislatif pada tahun 2002 disebabkan juga oleh faktor emosional karena selama bertahun-tahun masyarakat begitu menyatu dengan nama Fretelin. Demikian juga dengan nama Xanana Gusmao. Mayoritas masyarakat memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Xanana. Karena kemampuan, komitmen, visi dan persistensi Xanana dalam memperjuangkan kemerdekaan TL sejak dia mengambil alih tampuk kepemimpinan pergerakan dari tahun 1981-1999.

.

Akankah figur Xanana dan ikatan emosional masyarakat terhadap Xanana akan berlanjut dan memungkingkannya untuk menang dengan suara mayoritas pada pemilu 2012? Pertanyaan ini akan sulit secara matematis karena politika tidak pernah statis tetapi politik selalu dinamis. Namun demikian terdapat beberapa hal yang akan terjadi kepada Xanana dan CNRT pasca pengumuman pemilu 2012 nanti yakni ; pertama, Agora lao hamutuk, aban bairua la’o mesak (AMP akan bubar menjelang pemilu 2012). Kedua, Agora lao hamutuk aban bain rua lao hamutuk (AMP akan tetap bersama namun mengurangi koalisi partai politik sehingga tinggal satu atau dua partai bersama CNRT). Ketiga, Agora lao mesak ho seluk, aban bain rua lao hamutuk fali ho seluk (AMP bubar dan tidak melibatkan semua partai dalam AMP dan justru dengan partai lain). Keempat, Lao mesak iha future iha ukun ou oposisaun (CNRT sendiri akan menguasai pemerintahan dan kalau tidak maka akan siap menjadi oposisi di parlemen). Dari semua hal yang disampaikan penulis mana mendekati realitas… tunggu proses politik.

.

Penulis: Alumni Universitas Katholik Atmajaya Jakarta

*) Em exclusivo para Forum Haksesuk!

Sem comentários:

Enviar um comentário

Nota: só um membro deste blogue pode publicar um comentário.